Kemarau Panjang 2026, BPBD Banyuasin Tingkatkan Kesiapsiagaan
- 03 Apr 2026 09:12 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui BPBD memprediksi musim kemarau tahun 2026 berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Prediksi ini menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Banyuasin, Reza Agus Perdana, menyampaikan bahwa kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini. Ia menegaskan kesiapsiagaan menjadi langkah utama menghadapi potensi bencana yang meningkat.
"Diprediksi kemarau tahun ini lebih panjang, sehingga kita harus lebih siaga," ujarnya, di Pangkalan Balai, Kamis, 2 April 2026. Pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mengurangi risiko bencana.
BPBD Banyuasin menyiapkan empat posko siaga kebakaran hutan dan lahan. Posko tersebut akan diisi tim gabungan dari berbagai unsur terkait.
Tim gabungan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat peduli api. Selain itu, turut dilibatkan tim reaksi cepat dan relawan dari desa peduli api.
Saat ini wilayah Banyuasin mulai memasuki masa peralihan musim dari hujan ke kemarau. Perubahan cuaca tersebut menjadi indikator awal meningkatnya potensi kebakaran.
BPBD memperkirakan awal musim kemarau terjadi pada pertengahan Mei 2026. Sementara puncak kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus.
Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini tergolong normal. Artinya, tidak terjadi kemarau basah namun tetap berpotensi menimbulkan kebakaran.
Sejumlah wilayah di Banyuasin masuk kategori rawan kebakaran hutan dan lahan. Di antaranya Kecamatan Pulau Rimau, Tanjung Lago, Rambutan, hingga Muara Sugihan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dinilai penting guna menghindari bencana yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....