LKPJ 2025, Gubernur Paparkan Kinerja Pembangunan Sumsel

  • 31 Mar 2026 08:42 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna ke-33 DPRD Sumsel di Palembang, Senin 30 Maret 2026. Rapat tersebut mengagendakan penyampaian pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2025 serta pembentukan panitia khusus.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dan dihadiri unsur pimpinan serta anggota dewan. Kegiatan tersebut juga diikuti jajaran kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam penyampaiannya, Herman Deru menyebut kinerja pembangunan Sumatera Selatan menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,33 persen dan melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.

Ia menjelaskan Indeks Pembangunan Manusia Sumsel menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Tingkat pengangguran terbuka juga berhasil ditekan hingga 3,89 persen.

“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen,” ujarnya. Ia menilai hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan pembangunan ke depan.

Herman Deru menegaskan masih terdapat tantangan pembangunan yang harus dihadapi pada tahun 2026. Tantangan tersebut meliputi penurunan kemiskinan dan stunting serta pemerataan infrastruktur dasar.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan daya saing daerah dan mitigasi bencana di wilayah rawan. Pemerintah daerah perlu memperkuat langkah antisipasi dalam menghadapi berbagai risiko tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen melanjutkan program strategis seperti pembangunan New Palembang Port dan penguatan Program Sumsel Berkat. Pemerintah juga mendorong pengembangan GSMP serta dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Selain itu, pemerintah akan fokus pada peningkatan produksi pertanian dan pembangunan infrastruktur jalan. Pemerintah juga memperluas akses internet desa serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Di bidang sosial budaya, pemerintah mendorong penguatan toleransi beragama dan pembangunan taman seni budaya. Upaya pelestarian aksara ulu juga dilakukan sebagai bagian dari identitas lokal.

Herman Deru menegaskan komitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Langkah tersebut menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan di Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....