Ribuan Jemaah Hadiri Peringatan Nuzulul Quran di Muara Enim
- 16 Mar 2026 12:02 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Muara Enim - Lebih dari 7.000 jemaah memadati Lapangan Merdeka saat peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Kabupaten Muara Enim, Sabtu 14 Maret 2026. Kegiatan religius tersebut menghadirkan penceramah nasional Abdul Somad.
Lautan jemaah dari berbagai kecamatan tampak memenuhi kawasan lapangan sejak sore hari. Suasana khidmat menyelimuti jalannya kegiatan yang menjadi momentum syiar Islam bagi masyarakat setempat.
Peringatan Nuzulul Quran itu mengusung tema “Al-Quran Sebagai Cahaya, Petunjuk, dan Pedoman Hidup dalam Menghadapi Akhir Zaman.” Tema tersebut mengajak masyarakat menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Edison bersama Wakil Bupati Sumarni turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keduanya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ustaz Abdul Somad di Bumi Serasan Sekundang.
Dalam sambutannya, Edison menyampaikan rasa syukur karena kegiatan berlangsung lancar dan dihadiri ribuan masyarakat. Ia juga menilai kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai religius di tengah masyarakat.
“Kegiatan keagamaan ini memiliki peran penting dalam memperkuat karakter dan nilai religius masyarakat. Al-Quran diharapkan menjadi pedoman hidup dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” kata Edison.
Dalam tausiyahnya, Abdul Somad menegaskan bahwa Al-Quran merupakan pedoman hidup yang lengkap bagi umat manusia. Ia mengatakan kitab suci tersebut mengajarkan berbagai aspek kehidupan.
Menurutnya, Al-Quran tidak hanya mengatur tentang ibadah, tetapi juga membahas persoalan kehidupan sehari-hari. Bahkan, hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan kebersihan juga diajarkan dalam Al-Quran.
Ustaz Abdul Somad juga mengingatkan jemaah agar berhati-hati dalam memperoleh rezeki. Ia menegaskan pentingnya menjauhi harta yang tidak halal.
Menurutnya, sumber penghasilan yang tidak benar dapat merusak pikiran, hati, dan akhlak seseorang. Karena itu umat Islam diminta memastikan setiap rezeki diperoleh dengan cara yang halal.
“Uang yang tidak halal dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi seperti membeli pakaian atau kendaraan,” tegasnya.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turut memperkuat suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Momentum ini juga menunjukkan sinergi antara pemerintah dan ulama dalam membangun kehidupan religius masyarakat Muara Enim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....