Muara Enim–Bengkulu Dorong Tol dan Akses Pelabuhan Linau

  • 06 Mar 2026 08:04 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Muara Enim - Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Bengkulu Selatan sepakat mendorong percepatan pembangunan jalan tol Muara Enim–Bengkulu serta penguatan jalur distribusi menuju Pelabuhan Linau di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan Bupati Muara Enim Edison dengan Wakil Bupati Bengkulu Selatan Yevri Sudianto di Muara Enim, Kamis, 5 Februari 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus koordinasi antar daerah dalam membahas efisiensi anggaran dan rencana pembangunan infrastruktur strategis yang menghubungkan dua wilayah. Yevri Sudianto mengatakan, pihaknya mengajak Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama-sama mendorong pemerintah pusat agar mempercepat pembangunan jalan tol yang menghubungkan Muara Enim dengan Bengkulu.

“Rencana pembangunan jalan penghubung Muara Enim ke Kabupaten Kaur akan menjadi jalur alternatif baru dalam mengangkut hasil produksi pertanian menuju Pelabuhan Linau,” kata Yevri.

Menurutnya, Pelabuhan Linau yang berada di Kabupaten Kaur berpotensi menjadi jalur alternatif distribusi logistik, terutama untuk komoditas pertambangan seperti batu bara serta hasil perkebunan dari wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu. Selain membahas infrastruktur, dalam kunjungan tersebut Yevri juga ingin mengetahui bagaimana Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyikapi kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kami menilai pentingnya berbagi pengalaman, mengingat Muara Enim mendapat pengurangan anggaran cukup besar pada APBD 2026, yakni mencapai Rp1,2 triliun,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Muara Enim Edison menegaskan pemangkasan anggaran tidak akan menghambat pembangunan di daerahnya. Pemerintah daerah justru memperkuat strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Ia menargetkan PAD Muara Enim dapat mencapai Rp1 triliun dalam lima tahun ke depan. “Strateginya melalui optimalisasi peran BUMD, pembentukan satgas khusus PAD, pengawasan ketat, serta intensifikasi pajak daerah,” kata Edison.

Selain itu, ia menegaskan kebijakan penggunaan tenaga kerja lokal sebesar 70 persen terus diterapkan dalam berbagai proyek pembangunan agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan masyarakat Muara Enim. “Pembangunan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Edison menyambut baik kunjungan Wakil Bupati Bengkulu Selatan tersebut dan berharap sinergi antar daerah dapat memperkuat upaya memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis di tingkat pemerintah pusat. “Termasuk mendorong tol dan jalur distribusi menuju Pelabuhan Linau,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....