Operasi Pekat Musi 2026, Polda Amankan 3.565 Tersangka.
- 02 Mar 2026 13:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.DO, Palembang - Selama 16 hari pelaksanaan, Operasi Pekat Musi 2026 yang digelar oleh Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil membuktikan komitmen kuat aparat dalam memberantas penyakit masyarakat. Dalam kurun waktu yang dimulai pada 13 Februari hingga 28 Februari 2026, aparat berhasil mengungkap 3.243 kasus dengan mengamankan 3.565 tersangka. Operasi ini tidak hanya bertujuan menanggulangi masalah sosial, tetapi juga untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah Ramadhan 1447 H.
Pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026 mengedepankan respons cepat dan terukur terhadap ancaman yang mengganggu ketertiban umum. Lebih dari sekadar operasi rutin, operasi ini dirancang untuk menjaga stabilitas keamanan di Sumsel, mengingat sensitivitas sosial dan keagamaan yang tinggi selama bulan suci Ramadhan. Polda Sumsel ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang tanpa gangguan apapun dari penyakit masyarakat yang kerap muncul di bulan puasa.
Statistik yang tercatat selama operasi menunjukkan bahwa premanisme menjadi masalah terbesar, dengan total 1.691 kasus yang berhasil diungkap. Selain itu, polisi juga berhasil menindak tegas pelanggaran terkait minuman keras dengan 568 kasus, serta menangani street crime sebanyak 309 kasus. Narkoba, prostitusi, perjudian, dan petasan juga tidak luput dari perhatian, dengan total 132 kasus narkoba, 132 prostitusi, 119 perjudian, dan 250 kasus terkait petasan. Semua ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari gangguan yang dapat mengganggu kelancaran ibadah masyarakat.
Selain penindakan langsung terhadap para pelaku kejahatan, Polda Sumsel juga melakukan penertiban yang menyasar beberapa wilayah yang dikenal dengan adanya praktek kejahatan berulang. Sebanyak 16 kampung narkoba dibersihkan, dan 26 tempat hiburan malam yang melanggar aturan juga ditertibkan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari usaha preventif untuk mencegah kegiatan ilegal yang meresahkan masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan bagi umat yang sedang menjalankan ibadah.
Dari total 3.243 kasus yang terungkap, 858 di antaranya merupakan target operasi (TO), sedangkan 2.385 sisanya adalah hasil pengembangan dari operasi non-TO. Hal ini menggambarkan inisiatif aktif dari aparat Polda Sumsel yang tidak hanya mengandalkan target operasi, namun juga aktif mengejar potensi kejahatan lainnya yang bisa meresahkan masyarakat. Keberhasilan ini juga tercermin dari penggunaan teknologi canggih dalam mendukung operasi, seperti sistem Early Warning System (EWS) dan Smart Operation Technology (SOT).
Selama operasi berlangsung, tercatat 7.782 kegiatan melalui EWS dan 164.626 kegiatan melalui SOT. Yang menggembirakan, tidak ada satu pun dari kegiatan tersebut yang berstatus level tinggi dalam sistem SOT, menandakan bahwa potensi gangguan keamanan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. Hal ini membuktikan bahwa Polda Sumsel berhasil menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah tanpa adanya eskalasi signifikan.
Polres Lubuk Linggau, Polres Muara Enim, dan Polres Musi Rawas menjadi yang teraktif dalam pelaksanaan operasi ini. Polres Lubuk Linggau tercatat menangani 429 kasus, diikuti Polres Muara Enim dengan 426 kasus dan Polres Musi Rawas yang mengungkap 414 kasus. Sementara itu, di tingkat satker Polda, Dit Samapta menangani 50 kasus, Dit Resnarkoba 14 kasus, serta Dit Reskrimum dan Dit Res PPA & PPO masing-masing mengungkap 3 kasus. Kolaborasi antar satuan ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mengatasi gangguan keamanan.
"Menurut Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, operasi ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. "Operasi Pekat Musi 2026 membuktikan bahwa Polda Sumsel tidak memberi ruang bagi penyakit masyarakat berkembang di bulan suci Ramadhan. Lebih dari tiga ribu kasus yang terungkap adalah perlindungan nyata bagi masyarakat," katanya. Ia juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga hasil dari sinergi antara aparat dengan masyarakat,"ujar Kombes Pol Nandang Mu"min Wijaya.
Keberhasilan Operasi Pekat Musi 2026 menciptakan suasana yang lebih aman dan tertib di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang menjalankan ibadah Ramadhan. Dengan tidak adanya eskalasi kasus berstatus tinggi, dapat dipastikan bahwa situasi keamanan dapat terjaga dengan baik. Meski operasi telah berakhir, Polda Sumsel memastikan bahwa seluruh perkara yang terungkap tetap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dan penegakan hukum akan terus berlanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....