Pastikan Aliran Lancar, PUPR OKI Bersihkan Sungai dari Tumpukan Gulma

  • 28 Feb 2026 22:29 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, OKI - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ilir terus melakukan pembersihan tumpukan gulma yang menutupi aliran sungai di Jembatan Desa Belanti, Kecamatan Sirah Pulau Padang. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah hambatan aliran air dan risiko banjir.

Alat berat diturunkan untuk mengeruk eceng gondok yang menutupi area sekitar satu hektare dengan ketebalan mencapai satu meter. Tumpukan gulma yang padat dinilai menghambat kelancaran aliran sungai sehingga perlu penanganan cepat dan menyeluruh.

Kepala Dinas PUPR OKI, Man Winardi, didampingi Kepala Bidang SDA, Ir. Amir Muhyidin, menjelaskan proses pembersihan dilakukan secara bertahap. Gulma kecil dihanyutkan mengikuti arus air, sementara gulma padat dan bercampur sampah diangkut ke pinggir sungai secara estafet.

Material gulma yang sudah dikumpulkan kemudian dimuat ke dump truk untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir. “Gulma kecil dihanyutkan, sedangkan gulma padat dan sampah dibawa ke pinggir secara estafet, lalu dimuat ke dump truk untuk dibuang ke tempat pembuangan sampah,” ujar Man, Sabtu 28 Februari 2026.

Menurutnya, pembersihan sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir melalui kerja bakti bersama masyarakat. Namun, pertumbuhan eceng gondok yang cepat membuat penanganan manual tidak lagi memadai sehingga alat berat diperlukan.

Man menegaskan bahwa pembersihan akan terus dilakukan hingga aliran sungai kembali lancar dan terbebas dari tumpukan eceng gondok. “Masih kita kerjakan terus sampai benar-benar bersih,” tegasnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten OKI akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VII guna mendapatkan dukungan teknis dan penanganan yang lebih komprehensif.

Sementara itu, pemerintah desa setempat akan terus melakukan pengawasan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah penumpukan eceng gondok kembali. Upaya kolaboratif ini diharapkan menjaga kelestarian sungai sekaligus meminimalisasi risiko banjir di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....