Densus 88 Ajak Gen Z Maitreyawira Tangguh Lawan Paham Radikalisme
- 28 Feb 2026 07:10 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang – Tim Cegah Satuan Tugas Wilayah Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri menggandeng SMA Maitreyawira Palembang dalam seminar pencegahan paham IRET di Palembang bertajuk "Gen Maitreyawira Tangguh Batch 3". Kegiatan ini berlangsung di Aula sekolah SMA Maitreyawira Palembang dan diikuti oleh 200 siswa pada Kamis, 26 Februari 2026.
Tim yang dipimpin Fachrurozi , menerjunkan narasumber, yaitu Nicolas Saputra, dan M Imam Muslim serta Maladi Agusto, dalam pelaksanaan tugas preventif ini.
Kepala Sekolah SMA Maitreyawira, Regen Kesuma, menyambut baik inisiatif dari Tim Cegah Satgaswil Sumatera Selatan. Regen Kesuma bersama para guru, termasuk Waka Kesiswaan Jeki dan Guru BK Lolly, mendampingi 200 siswa yang mengikuti seminar dengan penuh antusiasme.
Nicolas Saputra membuka materi dengan menjelaskan landasan hukum pencegahan terorisme. Nicolas memaparkan UU Nomor 5 Tahun 2018 sebagai payung hukum utama Densus 88 dalam bertindak secara pre-emptif dan preventif.
Nicolas kemudian memperkenalkan empat konsensus dasar kebangsaan kepada para pelajar. “Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, adalah harga mati yang harus dijaga bersama dari segala bentuk ancaman”, tegas Nicolas.
Para siswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Keempat paham tersebut mengancam persatuan bangsa melalui aksi kekerasan sistematis, intoleransi kecil bisa menjadi pintu masuk menuju tindakan radikal yang lebih besar.
Tim mengingatkan tentang kerentanan generasi muda sebagai sasaran utama propaganda radikal. Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan platform digital media sosial, game online, dan konten digital lainnya sebagai sarana yang sangat subur bagi penyebaran radikalisme dan sarang penyebaran paham menyimpang tersebut.
Tim Satgaswil mengingatkan siswa agar mewaspadai penyusupan radikalisme lewat game online. Pelajar harus mampu mengenali ciri-ciri website dan akun yang mencurigakan.
Orang tua memegang peranan penting dalam mengawasi aktivitas dunia maya anak. Pengawasan rutin dapat mencegah keterlibatan generasi muda dalam aksi ekstremisme kekerasan.
Tim Cegah Satuan Tugas Wilayah Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri juga menjabarkan berbagai target aksi dari kelompok radikal, termasuk aparat keamanan dan tempat ibadah juga menargetkan pelajar serta kaum perempuan sebagai sasaran aksi. Tim menekankan bahwa pelajar harus menjadi benteng terdepan dalam menolak narasi kebencian.
Seminar ini tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya toleransi. Setiap individu diajak menjadi agen perdamaian yang aktif di lingkungan sekolah dan rumah.
Satgaswil Sumsel berharap ilmu yang didapat para peserta tidak berhenti di dalam aula. Tim Cegah Satuan Tugas Wilayah Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri mendorong setiap siswa untuk menjadi corong kebaikan dengan menyebarkan pesan bahaya IRET kepada keluarga dan masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....