Rencana Pemakaman Alex Noerdin: Jenazah Diterbangkan ke Palembang Besok

  • 25 Feb 2026 16:38 WIB
  •  Palembang
RRI.CO.ID, Jakarta - Suasana duka menyelimuti keluarga besar mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. Setelah mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Siloam Semanggi pada Rabu , 25 Februari 2026 pukul 13.30 WIB, jenazah almarhum kini disemayamkan di Jakarta sebelum dipulangkan ke tanah kelahiran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini almarhum disemayamkan di kediaman putranya, Dodi Reza Alex, yang beralamat di Jalan Martimbang II Nomor 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi ini menjadi tempat penghormatan terakhir bagi kerabat dan kolega almarhum yang berada di ibu kota.
Juru bicara keluarga, Okta Alfarisi, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga sedang fokus pada proses kepulangan jenazah. "Saat ini kami sedang mengurus kepulangan jenazah almarhum ke Palembang," ujar Okta.
Jadwal Kepulangan ke Palembang
Rencana keberangkatan jenazah telah disusun dengan rapi. Pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 06.00 WIB, jenazah dijadwalkan akan diberangkatkan dari rumah duka di Kebayoran Baru menuju Bandara Halim Perdana Kusuma. Selanjutnya, pesawat yang membawa peti jenazah tokoh pembangunan Sumsel ini akan take off menuju Palembang pada pukul 07.00 WIB.
Setibanya di Palembang, jenazah akan langsung dibawa menuju Rumah Duka di Jalan Merdeka (samping SPBU Merdeka Palembang) untuk disemayamkan sejenak. Langkah ini dilakukan agar masyarakat Sumatera Selatan yang ingin memberikan penghormatan terakhir dapat melakukannya di rumah duka tersebut.
Peristirahatan Terakhir di Kebun Bunga
Alex Noerdin, yang wafat pada usia 75 tahun, direncanakan akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga. Almarhum akan dikebumikan di TPU Keluarga Kebun Bunga, Kota Palembang, dengan target prosesi pemakaman selesai sebelum waktu shalat Dzhuhur.
Lahir di Palembang pada 9 September 1950, Alex Noerdin meninggalkan warisan besar bagi Sumatera Selatan. Ia dikenal sebagai arsitek pembangunan Sumsel selama menjabat sebagai Gubernur dua periode (2008–2018) dan Bupati Musi Banyuasin (2001–2007). Namanya tetap harum sebagai sosok yang berhasil membawa ajang internasional seperti Asian Games 2018 ke Bumi Sriwijaya, meski di masa senjanya ia sempat harus menghadapi ujian hukum.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....