Integrasi Karet-Kambing Berpotensi Tampung 8,5 Juta Ekor
- 21 Feb 2026 22:17 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Sumatera Selatan berpotensi menampung hingga 8.533.770 ekor kambing melalui integrasi peternakan dengan kebun karet pada 2024. Potensi ini dihitung dari luas kebun karet 1.219.110 hektare dengan asumsi minimal tujuh ekor per hektare.
Data Dinas Perkebunan Sumsel mencatat areal terbesar berada di Musi Banyuasin seluas 203.084 hektare. Wilayah signifikan lainnya meliputi Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, dan Banyuasin.
Pejabat Otoritas Veteriner Sumsel drh. Jafrizal menilai integrasi ini menjadi solusi diversifikasi pendapatan petani. Ia menyebut pola monokultur membuat ekonomi rentan fluktuasi harga global.
"Integrasi ini memberi peluang tambahan pendapatan bagi petani," ujarnya pada Sabtu 21 Februari 2026. Ia menambahkan rasio teknis dapat mencapai 7 hingga 21 ekor per hektare.
Dalam skenario konservatif tujuh ekor per hektare, daya tampung melampaui 8,5 juta ekor. Angka tersebut dinilai realistis dengan manajemen hijauan dan pengawasan tepat.
Dari sisi ekonomi, biaya pakan mencapai 70 persen dari total produksi ternak. Hijauan di bawah tegakan karet dapat dimanfaatkan melalui penggembalaan terkendali.
Sistem potong angkut juga dinilai efektif mengoptimalkan pakan alami. Pemanfaatan tersebut sekaligus menekan biaya penyiangan kebun karet.
Ia menyebut peningkatan populasi lokal dapat mengurangi ketergantungan pasokan luar daerah. Ketersediaan kambing menjelang Idul Adha dinilai lebih terjamin.
Namun, penerapan integrasi memerlukan penataan kebun dan perlindungan tanaman muda. Pendampingan kesehatan hewan dan manajemen reproduksi juga dibutuhkan.
Dengan dukungan kebijakan dan pembiayaan tepat, model ini berpeluang meningkatkan ekonomi desa. Integrasi karet dan kambing diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan perputaran ekonomi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....