BBPOM Sita Pangan Berbahaya di Pasar Rawamaju
- 21 Feb 2026 09:16 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Palembang menemukan dan menyita sejumlah produk pangan yang mengandung bahan berbahaya saat melaksanakan inspeksi mendadak bersama jajaran pemerintah daerah Banyuasin di Pasar Tradisional Rawamaju. Temuan tersebut diperoleh setelah petugas melakukan uji cepat terhadap berbagai sampel makanan yang dijual oleh pedagang.
Kepala Balai Besar POM Palembang, Yani Ardiyanti, mengatakan sidak dilakukan dalam rangka intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan. Sebanyak 21 sampel pangan diambil dari sejumlah lapak untuk dilakukan pengujian langsung di lokasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa produk positif mengandung boraks dan formalin yang dilarang digunakan dalam makanan. Petugas langsung mengamankan dan menyita produk tersebut sebagai barang bukti untuk proses tindak lanjut.
| Baca juga: Warga Antusias Belanja di Pasar Murah Sako |
"Produk yang terbukti mengandung boraks langsung kami sita dan akan kami telusuri asalnya," kata Yani, Jumat, 20 Februari 2026.
"Tadi ada mie kuning dan kerupuk yang kami sita," sambungnya.
Sementara itu, sejumlah sampel lain seperti cendol dan cincau yang menjadi bahan minuman dinyatakan aman. Dalam pengujian kali ini, petugas tidak menemukan kandungan rodamin B.
Balai Besar POM menegaskan pengawasan tidak berhenti pada pedagang eceran. Penelusuran akan dilakukan hingga ke pemasok dan produsen guna memastikan sumber peredaran bahan berbahaya tersebut.
Petugas juga memberikan pembinaan kepada pedagang yang kedapatan menjual produk mengandung boraks. Pedagang diminta lebih selektif dalam menerima barang dari pemasok sebelum dipasarkan.
AN, salah seorang pedagang yang kedapatan mengaku tidak mengetahui produknya mengandung bahan berbahaya. Ia menyebut barang tersebut diperoleh dari agen dalam kondisi sudah dikemas.
"Saya tidak tahu kalau ada kandungan berbahaya, barangnya sudah dari agen," ujar pedagang tersebut.
Balai Besar POM memastikan pengawasan pangan di pasar tradisional akan terus ditingkatkan selama Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dari risiko kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....