Sketsa Wajah Cinde Menjadi Jejak Hidup Seorang Seniman Lokal

  • 18 Feb 2026 05:45 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin - Seorang seniman jalanan di kawasan Cinde Palembang mempertahankan hidup melalui karya sketsa wajah. Aktivitas itu ia jalankan secara konsisten hingga Minggu 15 Februari 2026 sebagai bagian dari penghidupan sehari-hari.

Doni menggantungkan pendapatan dari kemampuan menggambar potret hitam putih yang ia tekuni sejak 2016. Lapaknya rutin beroperasi setiap minggu pagi sehingga dikenal banyak pengunjung.

Contoh sketsa wajah dipajang rapi di lapaknya untuk menarik minat pembeli. Ia tampak fokus menyelesaikan pesanan pelanggan yang datang silih berganti.

Harga jasa sketsa berkisar antara seratus hingga dua ratus ribu rupiah per lembar. Penentuan harga disesuaikan tingkat kerumitan, ekspresi wajah, dan ukuran kertas.

Doni memulai usaha itu dengan tekad menjadikan seni sebagai sumber hidup mandiri. Ia membangun kepercayaan pembeli melalui konsistensi berjualan dalam waktu panjang.

"Sejak awal membuka lapak kecil ini, saya belajar konsisten dan sabar menghadapi pelanggan. Keduanya penting agar usaha sketsa ini dapat terus berjalan," ujarnya.

Ia ingin setiap pelanggan membawa pulang kenangan ketika berkunjung ke kawasan Cinde. "Melalui sketsa ini saya ingin orang membawa pulang kenangan dari Cinde," tuturnya.

Aktivitas melukis di ruang terbuka menunjukkan seni dapat dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegigihan Doni menjadi bukti bahwa kreativitas mampu berkembang menjadi sumber penghidupan.

Seni sketsa yang ia jalankan membuka ruang ekspresi bagi dirinya sebagai seniman lokal. Usaha itu juga memperlihatkan bagaimana keterampilan sederhana dapat menghasilkan pendapatan stabil.

Lapak Doni semakin dikenal karena kesederhanaan konsep dan kualitas sketsa yang dihasilkan. Pengunjung memilih jasanya karena ingin membawa pulang potret diri dengan sentuhan personal.

Kawasan Cinde turut diwarnai kehadiran seniman jalanan yang memberi warna positif pada ruang publik. Aktivitas melukis itu menambah suasana menarik bagi warga yang menghabiskan akhir pekan.

Perjalanan Doni mempertahankan profesinya menjadi inspirasi bagi pelaku seni lain. Ia membuktikan bahwa ketekunan dan disiplin dapat menghidupkan kesenian dalam lingkungan masyarakat.

(Laporan: Cindy Aulora, Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....