Penjual Koran Palembang Bertahan di tengah Digitalisasi

  • 17 Feb 2026 16:18 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah pesatnya perkembangan media digital, penjual koran cetak masih bertahan di sejumlah sudut Kota Palembang. Salah satunya adalah Ita, pedagang koran yang setiap hari berjualan di kawasan flyover Simpang Empat Jakabaring, meski jumlah pembeli terus menurun.

Ita, perempuan kelahiran 1980-an, telah lama menggantungkan hidup dari berjualan koran, bahkan sejak sebelum hadirnya LRT di Palembang. Ia membuka lapak setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar 14.00 WIB. Menurutnya, setelah lewat pukul dua siang, pembeli biasanya sudah sepi.

Dalam sehari, pendapatannya tidak menentu. Saat ramai, ia bisa memperoleh Rp50 ribu hingga Rp80 ribu. Namun ketika sepi, penghasilannya hanya berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per hari. Meski demikian, Ita mengaku tetap bersyukur karena masih ada pelanggan yang membeli dagangannya.

Walau peminat terus menurun, Ita tetap bertahan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia berharap koran cetak masih memiliki tempat di hati masyarakat. “Selama masih ada yang beli, saya akan tetap jualan,” ujarnya sambil tersenyum, Senin, 16 Februari 2026.

Harga koran yang dijual bervariasi, mulai dari Rp3 ribu hingga Rp12 ribu per eksemplar, tergantung jenis dan edisinya. Untuk koran yang telah melewati tanggal terbit, Ita biasanya memberikan potongan harga agar tetap diminati pembaca.

Ia mengakui, pergeseran masyarakat ke media digital menjadi tantangan terbesar saat ini. Banyak orang kini memilih membaca berita melalui telepon genggam sehingga jumlah pembeli koran cetak semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Meski begitu, masih ada pelanggan setia seperti Andi (21), seorang mahasiswa yang mengaku lebih nyaman membaca koran cetak. Menurutnya, membaca koran terasa lebih santai tanpa harus menatap layar, serta membuatnya lebih fokus pada isi berita.

"Keberadaan penjual koran masih sangat penting, terutama bagi masyarakat yang terbiasa dengan media cetak. Sayang kalau nanti sudah tidak ada lagi yang jual koran, padahal ini bagian dari sejarah media dan kebiasaan baca masyarakat,” ucap Andi.

(Penulis: Cindy Aulora Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....