Lapas Banyuasin Panen 2,5 Ton Melon Inthanon
- 07 Feb 2026 10:24 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuasin melaksanakan panen raya Melon Inthanon sebagai bagian penguatan program ketahanan pangan. Kegiatan ini menegaskan peran pemasyarakatan dalam pembinaan kemandirian warga binaan.
Panen raya dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno. Sejumlah kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan turut hadir memberikan dukungan.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara dilanjutkan laporan kegiatan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie.
Dalam laporannya, Tetra Destorie menjelaskan panen melon merupakan hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Budidaya Melon Inthanon dilakukan selama sekitar 70 hari masa tanam. Kegiatan melibatkan lima warga binaan yang dibimbing bekerja sama dengan Kelompok Petani Melon Banyuasin.
Penanaman dilakukan di lahan berukuran 10 kali 46 meter menggunakan 1.012 polibag. Rata-rata berat buah mencapai 2,5 kilogram dengan total hasil panen sekitar 2,5 ton.
Selain melon, Lapas Kelas IIA Banyuasin mengembangkan berbagai program kemandirian. Program tersebut meliputi barbershop, laundry, budidaya pakcoy, maggot, perikanan lele, ayam petelur, konveksi, dan produksi tempe.
Seluruh program pembinaan ditujukan membekali warga binaan keterampilan kerja. Upaya ini diharapkan mendorong kemandirian ekonomi setelah mereka kembali ke masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, mengapresiasi capaian Lapas Kelas IIA Banyuasin. Keberhasilan panen dinilai sebagai kontribusi nyata pemasyarakatan terhadap ketahanan pangan nasional.
"Keberhasilan panen ini membuktikan pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Erwedi di Lapas Kelas IIA Banyuasin, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan di Sumatera Selatan memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif. Pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dinilai perlu terus ditingkatkan.
Melalui panen raya ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin menegaskan komitmen pembinaan berkelanjutan. Program produktif diharapkan memberi manfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....