Palembang Perkuat Sistem Menuju Bebas Rabies

  • 06 Feb 2026 23:39 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kota Palembang semakin mendekati status bebas rabies setelah lebih dari dua tahun tanpa kasus positif, namun otoritas menegaskan kewaspadaan tetap tinggi untuk mencegah virus kembali masuk. Surveilans aktif dan sistem respons cepat menjadi kunci dalam menjaga status ini.

Pejabat Otoritas Veteriner Sumsel,  drh. Jafrizal mengungkapkan koordinasi lintas sektor menunjukkan bahwa data gigitan hewan menjadi alarm dini penting. Ketidaksesuaian antara populasi Hewan Penular Rabies (HPR) dan kasus gigitan mengindikasikan kemungkinan populasi belum terdata lengkap atau adanya sumber gigitan yang luput dari pengawasan.

"Ketidaksesuaian antara populasi Hewan Penular Rabies (HPR) dan kasus gigitan mengindikasikan kemungkinan populasi belum terdata lengkap atau adanya sumber gigitan yang luput dari pengawasan," ujar drh. Jafrizal, Kamis 5 Februari 2026.

Pemantauan tren gigitan per bulan, pemisahan data cakaran kucing dan gigitan anjing, serta penerapan epidemiologi prediktif menjadi strategi untuk mencegah kebocoran sistem pengendalian. Epidemiologi modern menekankan respons cepat sebelum wabah tersebar.

Ancaman rabies tidak hanya datang dari hewan domestik. Satwa liar di kawasan permukiman seperti kera Punti Kayu dan mobilitas antarwilayah menjadi risiko nyata, sehingga pengawasan jalur darat dan buffer zone epidemiologis sangat penting.

Penerapan Integrated Bite Case Management (IBCM) atau TAKGIT diusulkan untuk memastikan setiap kasus gigitan langsung ditangani, termasuk observasi hewan, investigasi veteriner, dan perlindungan korban. Sistem ini diharapkan menjadi early warning system digital.

"Rabies Center yang ada saat ini perlu diperluas untuk mempercepat respons terhadap potensi kasus. Penguatan logistik vaksin dan koordinasi lintas sektor menjadi agenda utama setelah status bebas diperoleh," ucap drh. Jafrizal.

Status bebas bukan akhir, melainkan awal kewaspadaan permanen. Dengan memperkuat sistem, menutup celah risiko, dan menjaga wilayah penyangga, Palembang dapat menjadi model ketahanan zoonosis di Indonesia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....