Bunda Literasi Sumsel Perkuat Sinergi Literasi Nasional
- 06 Feb 2026 12:12 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Jakarta - Bunda Literasi sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Fatimah Toha, menghadiri Audiensi Bunda Literasi se-Provinsi Sumatera Selatan bersama Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Auditorium Lantai 4 Perpusnas RI, Kamis, 5 Februari 2026, dengan tujuan memperkuat kolaborasi peningkatan literasi masyarakat.
Audiensi tersebut diikuti sekitar 170 delegasi yang terdiri dari Bunda Literasi 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan. Kehadiran penuh ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan literasi sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana, melaporkan, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumsel mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, IPLM Sumsel tercatat mencapai angka 15,18, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
"Audiensi ini kian menguatkan sinergi dan kebersamaan untuk menyelaraskan visi pembangunan nasional di tingkat provinsi dan kabupaten/kota," ujarnya.
Fitriana juga menekankan pentingnya dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK), baik fisik maupun non-fisik, untuk pembangunan dan pengembangan gedung layanan perpustakaan di daerah. Menurutnya, audiensi ini menjadi momentum menyelaraskan visi pembangunan literasi nasional hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Sementara itu, Duta Literasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva, memaparkan sejumlah program inovatif yang menyasar generasi muda dan penyandang disabilitas. Program tersebut antara lain Gerakan Literasi Bahasa Isyarat, “Satu Rumah Satu Buku”, serta Literasi Tunas Bahasa Ibu untuk pelestarian aksara daerah. "Literasi harus inklusif, tidak boleh ada warga negara yang tertinggal dalam mengakses informasi," tegas Ratu
Ratu menegaskan, literasi harus bersifat inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap Perpustakaan Nasional terus memberikan pendampingan teknis, khususnya dalam pengembangan platform digital yang ramah bagi generasi milenial dan Gen Z.
Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminuddin Azis, menyambut hangat rombongan Sumatera Selatan yang disebutnya sebagai provinsi pertama yang hadir dengan kekuatan penuh. Ia menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca tetapi kemampuan memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup. "Kerja literasi adalah kerja akal, pikiran, dan raga. Ini bukan sebatas seremoni," ungkap Aminuddin.
Aminuddin juga menyoroti rendahnya budaya baca masyarakat Indonesia yang rata-rata hanya membaca 5,91 buku per tahun. Oleh karena itu, Perpusnas akan menggeser fokus dari pembangunan fisik ke pembangunan kecakapan melalui program “Buku Bacaan Bermutu untuk Indonesia”.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Literasi Kabupaten Musi Banyuasin, Fatimah Toha menyatakan komitmennya untuk memastikan program literasi di Muba berjalan substantif. Ia menegaskan perpustakaan harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mampu mendorong peningkatan ekonomi keluarga.
"Kami berkomitmen memastikan program literasi di Muba bukan sekadar seremoni. Sesuai arahan Perpusnas, kami akan fokus pada pembangunan kecakapan masyarakat melalui penyediaan buku bermutu," ucap Fatimah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....