Waspada Pangan Berbahaya, Masyarakat Diimbau Lebih Teliti

  • 05 Feb 2026 23:26 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Ancaman pangan berbahaya masih menjadi persoalan serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak. Konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak dinilai berdampak jangka panjang bagi tubuh.

Hal itu disampaikan oleh Dietisien RSMH Palembang, Rosita Anwar, dalam dialog Palembang Menyapa Pro 1 RRI Palembang, Selasa 3 Februari 2026. Ia menegaskan, makanan harus dicek benar-benar dari kemasan, label, dan kandungan gizinya.

Rosita menyebut daging olahan seperti sosis, nugget, dan kornet perlu dibatasi “Daging olahan tinggi natrium dan berisiko menimbulkan gangguan ginjal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahaya minuman manis dan minuman serbuk siap saji. Pemanis buatan dan gula berlebih dinilai bisa menyebabkan diabetes dan obesitas.

Selain itu, gorengan harus menjadi perhatian karena penggunaan minyak berulang. “Kita tidak tahu minyak dipakai berapa kali atau diberi penjernih,” ujarnya.

Rosita menjelaskan ciri pangan berbahaya dapat dikenali secara sederhana. Mulai dari warna yang terlalu mencolok, aroma menyengat, dan tekstur sangat kenyal sehingga patut diwaspadai.

Ia mendorong masyarakat kembali mengonsumsi makanan alami dan buatan rumah. Menurutnya, orang tua harus mengedukasi anak tentang jajanan sehat dan memberi bekal agar lebih aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....