Jalan Rusak Batas Muba-Mura Mulai Diperbaiki

  • 03 Feb 2026 08:21 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Kerusakan jalan nasional pada ruas Batas Musi Banyuasin hingga Musi Rawas yang sempat viral di media sosial karena menuai protes warga dan pengguna jalan kini mulai diperbaiki. Kementerian PUPR memastikan perbaikan telah mulai dilakukan secara bertahap.

Kasatker PJN I Sumatera Selatan, Alfredo Lukman, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4, A Fathur Rahman, mengungkapkan, penyedia jasa telah melakukan perbaikan sejak tanggal 13 Januari 2026, tepatnya di Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Musi Rawas.

“Di sana kondisinya kerusakannya memang cukup parah dengan kondisi air tergenang yang menutup sebagian besar badan jalan,” ujar Fathur dalam keterangannya kepada wartawan, Senin, 2 Februari 2026.

Fathur mengatakan, perbaikan yang dilaksanakan saat ini berjalan paralel dengan persiapan non fisik seperti mendatangkan personel, mobilisasi alat, mendatangkan material dan survei lapangan. Hingga saat ini tercatat setidaknya 30 titik sudah diperbaiki.

“Perbaikan yang kami lakukan sifatnya fungsional dengan menutup lubang-lubang yang dalam agar kendaraan dapat melintas,” jelas Fathur.

Fathur menjelaskan, kerusakan jalan di sepanjang ruas Mangun Jaya hingga Muara Beliti terjadi hampir di semua desa dan kecamatan. Di Kabupaten Musi Banyuasin, kerusakan parah ditemukan di Kecamatan Babat Toman, meliputi Desa Baruge dan Desa Sugiwaras, serta untuk Kecamatan Sanga Desa di Desa Ngulak. Sementara di Kabupaten Musi Rawas, titik kerusakan berada di Desa Prabumulih, Semete, Semangus, Bingin Jungur, Petunang, Desa Rengas hingga Simpang Muara Beliti. Perbaikan dilakukan pada titik dengan tingkat kerusakan yang paling parah.

“Kami terus melakukan penyisiran. Bila ditemukan ada kondisi darurat jalan yang hampir putus atau berpotensi menimbulkan kemacetan, alat segera mobilisasi ke sana untuk segera dilakukan penanganan,” beber Fathur.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp170 M untuk Perbaikan Jalan Muba-Mura

Fathur mengaku perbaikan jalan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Selain kerusakan yang masif, kondisi cuaca yang saat ini sedang dalam masa musim hujan juga membuat pekerjaan di lapangan terganggu.

“Saat hujan perbaikan terpaksa sementara kami hentikan, yang bisa kami lakukan hanya mengalihkan genangan air yang ada di badan jalan,” kata Fathur.

Menurut Fathur, perbaikan fungsional tambal sulam akan dilakukan hingga musim hujan berangsur berakhir yang diperkirakan hingga usai masa angkutan mudik lebaran dan setelah itu dilanjutkan dengan penanganan permanen.

“Karena untuk penanganan permanen yang sifatnya rekonstruksi membutuhkan waktu untuk perkerasan jalan. Untuk titiknya kami belum tentukan karena masih dalam tahap survei,” tandasnya.

Pada tahun ini, Fathur menargetkan rekonstruksi jalan dapat dilakukan sepanjang 500 meter. Penanganan permanen dilakukan dengan dua metode masing-masing dengan perkerasan aspal dan cor beton. Untuk cor beton akan dilakukan sepanjang 200 meter pada titik yang dianggap krusial.

“Kami terus melakukan monitoring terhadap kondisi jalan. Tidak menutup kemungkinan akan ada titik kerusakan baru mengingat kondisi jalan yang memang sudah lama tidak diperbaiki,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....