Tradisi Ruahan Warga Bangun Sari Sambut Ramadan

  • 02 Feb 2026 17:02 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Muba - Warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, menggelar tradisi ruahan menjelang Ramadan. Kegiatan menyambut bulan suci ini berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2026 malam.

Ruahan dilaksanakan di rumah salah satu warga desa secara bergiliran. Tradisi ini menjadi bagian persiapan spiritual masyarakat menyambut datangnya Ramadan.

Tradisi ruahan merupakan budaya masyarakat Jawa-Islam yang dilakukan pada bulan Ruwah. Tujuannya mendoakan arwah leluhur sekaligus mempererat kebersamaan sosial warga desa.

Pelaksanaan ruahan berlangsung khidmat dan tertib sejak awal acara. Warga duduk melingkar membaca doa serta ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama.

Ahmad, salah satu warga, mengatakan ruahan menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi ini juga dimaknai sebagai permohonan keberkahan menjelang Ramadan.

“Ruahan merupakan tradisi doa dan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur,” ujarnya. Ia menyebut tradisi tersebut dijaga secara turun-temurun oleh warga Desa Bangun Sari.

Selain ritual keagamaan, ruahan menjadi sarana mempererat hubungan sosial masyarakat. Kebersamaan religius semakin terasa menjelang dimulainya ibadah puasa Ramadan.

Jamal menjelaskan ruahan juga dimaknai sebagai momen mendoakan arwah keluarga. Kesempatan ini dimanfaatkan warga untuk saling memaafkan sebelum menjalani puasa.

“Tradisi ini membuat kami rukun dan saling memaafkan,” tuturnya. Ia berharap ruahan tetap lestari sebagai identitas budaya religius masyarakat desa.

Kegiatan ruahan ditutup dengan makan bersama menggunakan hidangan tradisional. Suasana hangat memperkuat ikatan sosial dan kekeluargaan antarwarga desa.

(Laporan: Cindy Aulora, Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi Stisipol Candradimuka).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....