Kasus DBD Palembang Naik, Sukarami Tertinggi

  • 29 Jan 2026 21:09 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 94 kasus demam berdarah dengue (DBD) selama Januari 2026. Jumlah itu naik dari Januari 2025 yang tercatat sekitar 70 kasus.

Peningkatan kasus DBD terjadi di hampir seluruh kecamatan. Tiga wilayah dengan kasus tertinggi adalah Sukarami, Plaju, dan Ilir Barat I.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menyebut peningkatan ini perlu perhatian serius. Terutama di wilayah dengan angka kejadian tinggi dan curah hujan ekstrem.

“Di Januari 2026 sampai 29 Januari tercatat 94 kasus DBD,” ujarnya, Kamis 29 Januari 2026. Ia menyebut tren ini lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Menurut Yudhi, curah hujan tinggi mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Genangan air menjadi tempat ideal nyamuk berkembang biak dengan cepat.

Kecamatan Sukarami mencatat 20 kasus, tertinggi di Palembang. Disusul Plaju dengan 11 kasus dan Ilir Barat I sebanyak 9 kasus.

“Selebihnya tersebar di 15 kecamatan lainnya,” katanya. Ia menekankan perlunya peran warga dalam pengendalian lingkungan.

Dinkes mengimbau warga rutin melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M+. Gerakan ini mencakup menguras, menutup, menyingkirkan, dan mendaur ulang barang bekas.

Selain 3M+, Dinkes juga mengerahkan tenaga promosi kesehatan, kader, dan pemantau jentik. Edukasi digencarkan di 42 puskesmas bersama RT, kelurahan, dan warga.

Fogging hanya dilakukan jika ditemukan kasus DBD dan adanya nyamuk penular. Yudhi menyebut fogging tanpa PSN tidak efektif mencegah penyebaran.

“Fogging adalah opsi terakhir dan tidak bisa berdiri sendiri,” tuturnya. Pencegahan paling utama tetap menjaga lingkungan tetap bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....