Muba Usulkan Dua Exit Tol ke Kementerian PUPR

  • 29 Jan 2026 20:17 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengusulkan penambahan dua exit tol pada Ruas Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi I. Usulan disampaikan dalam rapat bersama Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

Pj Sekretaris Daerah Muba, Syafaruddin menyebut usulan exit tol akan memperkuat konektivitas dan mendorong ekonomi lokal. Akses menuju Kota Sekayu dan jalur lintas Sumatera dinilai sangat strategis.

Dua titik yang diusulkan adalah Exit Tol Desa Supat STA 27+000 dan Exit Tol Desa Karya Maju STA 37+000. Keduanya berada di jalur penyangga Kota Sekayu dan kawasan lintas nasional.

“Exit Desa Supat berjarak 38,8 kilometer dari Kota Sekayu dan lintas tengah Sumatera. Sedangkan Exit Desa Karya Maju berjarak 46,3 kilometer dari pusat kota,” ujarnya, Kamis 29 Januari 2026.

Ia menegaskan kedua exit tol juga terhubung dengan jalur nasional lintas timur Sumatera. Hal ini memperkuat urgensi usulan dari sisi efisiensi jaringan transportasi.

Syafaruddin menyebut Gubernur Sumsel telah mendukung usulan tersebut melalui surat resmi ke Menteri PUPR, tertanggal 16 Desember 2025 menjadi dasar Pemkab melanjutkan tahapan berikutnya. “Dukungan gubernur memperkuat posisi usulan sesuai regulasi yang berlaku,” katanya saat memaparkan di forum rapat.

Ditjen Bina Marga meminta Pemkab menyusun justifikasi teknis terhadap dua titik exit tol yang diajukan. “Penentuan lokasi paling optimal juga harus dikaji kembali bersama pihak terkait,” tuturnya menjelaskan arahan pusat.

Pemkab juga diminta menyusun estimasi biaya pembangunan exit tol bersama PT Hutama Karya. Kajian ini dibutuhkan untuk menyiapkan skema pembiayaan secara menyeluruh.

Pemerintah daerah wajib menyampaikan komitmen peningkatan kualitas jalan kabupaten. Jalan penghubung harus memenuhi standar kolektor sesuai PP Nomor 23 Tahun 2024.

Dalam audiensi 12 Januari 2026, Pemkab juga menyampaikan kendala penyusunan dokumen teknis. APBD 2026 belum mengalokasikan anggaran untuk kajian dan justifikasi. “Kami akui pengalaman menyusun dokumen teknis jalan tol di daerah masih terbatas,” katanya kepada peserta rapat.

Syafaruddin menegaskan pihaknya tetap berkomitmen melengkapi seluruh dokumen teknis usulan exit tol. Koordinasi terus dilakukan bersama provinsi, pusat, dan operator tol.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....