Fenomena Gig Economy bagi Peningkatan Kesejahteraan Pekerja
- 26 Jan 2026 14:53 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Perkembangan dunia digital saat ini memberi pemgaruh pada dunia kerja salah satunya terjadi fenomena Gig economy merupakan konsep bekerja dengan kontrak waktu tertentu tidak terikat dan pendapatan yang tidak terbatas. Hal ini dijelaskan Markoni Badri seorang Pengamat Ekonomi ketika menjadi narasumber acara Indonesia Sehat di Studio Pro 1 RRI Palembang, Rabu 21 Januari 2026.
Markoni menjelaskan fenomena Gig ekonomy terjadi karena adanya keterbatasa pekerjaan formal dan perubahan teknologi yang semakin maju. Perkembangan Gig ekonomy menjadi pemicu berkembangnya medi platform sampai saat ini.
"Berkembangnya media platform ini sejak masa pandemi karena banyak karyawan yang dirumahkan sehingga mereka tidak banyak pilihan untuk mendapatkan penghasilan," tegas Markoni.
Perubahan media digital menjadi hal yang disukai generasi Z karena mereka bekerja tidak mau terikat tetapi penghasilan cukup besar. Tempat hiburan menjadi tempat mereka untuk berkreatifitas dengan media teknologi.
Keuntungan dengan adanya Gig ekonomy ini bisa mengatur sendiri waktu bekerja, bisa bekerja dimana saja asalkan ada jaringan internet. Hal menarik lain penghasilan yang tidak terbatas sesuai pekerjaan yang dilakukan.
"Fenomena Gig ekonomy menjadi peluang bagi mereka yang punya bakat melebihi mereka yang bekerja di sektor formal dengan gaji yang tidak terukur juga tidak terikat dengan pihak manapun," tegas Markoni.
Dampak positif lain dari fenomena Gig economy ini mereka lebih terampil punya keahlian khusus dan komunikasi yang baik. Termasuk juga meningkatkan inovasi khususnya pada platform teknologi.
Tantangan dalam fenomena Gig economy ini bisa terjadi ketidakpastian pendapatan. Adanya kesenjangan akses teknologi karena tidak semua punya perangkat digital yang memadai.
Hal lain yang harus disikapi dengan bijak pekerja tidak mendapatkan jaminan seperti asuransi kesehatan juga tunjangan hari tua. Terkadang jam bekerja melebihi jam normal bahkan adanya tekanan kompetisi yang harus disikapi secara bijak.
Peran Pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan regulasi yang menjembatani pekerja melalui pelatihan. Termasuk perlindungan sosial agar pekerja bisa lebih sejahtera.
"Bagi generasi muda terus perdalam dan manfaatkan teknologi untuk menambah wawasan, penghasilan dan peranan kebijakan Pemerintah sangat diperlukan jangan sampai teknologi mengerus pihak lain sehingga banyak orang kehilangan pekerjaan," pesan Markoni menutup dialog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....