Karantina Sumsel Dampingi Peternak Telur Siap Ekspor
- 22 Jan 2026 06:40 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin - Balai Karantina Sumatera Selatan mendampingi peternak telur ayam konsumsi mengikuti Program Go Ekspor. Kegiatan ini dilaksanakan bersama DKPP Sumsel pada Senin 19 Januari 2026.
Pendampingan ditujukan untuk memastikan kesiapan telur ayam Sumsel memenuhi persyaratan ekspor. Kepala Balai Karantina Sumsel Sri Endah mengatakan kegiatan ini juga mendorong daya saing daerah.
“Telur ayam menyusul kelapa, kopi, dan sawit yang lebih dulu diekspor,” ungkap Sri Endah. Ia berharap telur asal Sumsel bisa diterima pasar internasional secara berkelanjutan.
Sri Endah menyebut Sumsel memiliki sekitar 100 peternakan ayam petelur aktif. Salah satu produsen terbesar adalah PT Banyuasin Mukut Inti yang memproduksi 17 ton telur per hari.
Selain PT BMI, terdapat PT Pulau Farm dan PT Gunawan Farm sebagai peternakan besar lainnya. Pada kegiatan ini, tim Karantina dan DKPP meninjau langsung fasilitas produksi PT BMI.
Peninjauan dilakukan di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Pemeriksaan mencakup biosekuriti, manajemen pemeliharaan, serta higiene dan sanitasi lingkungan.
Monitoring keamanan pangan juga dilakukan untuk memastikan mutu telur ayam konsumsi. Kegiatan ini bagian dari Program Go Ekspor Karantina Indonesia dan pengembangan ekspor Sumsel.
DKPP Sumsel turut melaksanakan surveilans Nomor Kontrol Veteriner (NKV) di lokasi peternakan. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Pejabat Otoritas Veteriner, drh Jafrizal.
“PT BMI telah punya NKV dan sertifikat bebas Avian Influenza dan salmonela,” kata Sri Endah. Ia menyebut perusahaan tinggal menyesuaikan syarat teknis dari negara tujuan.
Drh Jafrizal menambahkan PT BMI memiliki NKV level 1 dan patuh terhadap standar keamanan. Tingkat kepatuhan yang tinggi menunjukkan kesiapan produk masuk pasar ekspor.
Kabupaten Banyuasin dikenal sebagai sentra produksi telur ayam terbesar di Indonesia. Wilayah ini dinilai strategis untuk pengembangan peternakan unggulan yang berdaya saing tinggi.
Kecamatan Talang Kelapa menjadi salah satu pusat peternakan ayam petelur di Banyuasin. Sebagian besar warga di sana menggantungkan hidup pada usaha peternakan ayam.
Karantina Sumsel dan DKPP Sumsel menilai kerja sama lintas sektor sangat penting. Sinergi ini memperkuat pengawasan dari hulu ke hilir dan memastikan standar kesehatan terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....