Pasokan Air Bersih PDAM Banyuasin Belum Maksimal
- 20 Jan 2026 18:28 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin – Ketersediaan air bersih yang dikelola PDAM Tirta Betuah Banyuasin dinilai belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Kondisi ini dipengaruhi keterbatasan kapasitas terpasang yang tidak lagi sebanding dengan jumlah sambungan rumah.
Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin, Hendra Gunawan, menyebutkan saat ini tidak ada lagi kapasitas menganggur di seluruh unit cabang. Dari total 18 unit cabang, sebagian besar justru telah berada pada kondisi kelebihan beban layanan.
Menurut Hendra, peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan kapasitas produksi air bersih. Akibatnya, distribusi air di beberapa wilayah belum dapat dilakukan secara optimal setiap hari.
Salah satu kendala utama di lapangan adalah tingginya tingkat kebocoran jaringan. Tingkat kehilangan air tercatat masih berada di atas 50 persen dan berdampak besar pada kemampuan pelayanan.
"Secara kapasitas terpasang, jumlah pelanggan sudah jauh melebihi kemampuan produksi air yang ada," kata Hendra, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia mencontohkan kondisi di Unit Talang Kelapa yang memiliki sekitar 4.000 pelanggan aktif. Dengan tingkat kebocoran tinggi, beban layanan setara dengan lebih dari 6.000 pelanggan, sementara kapasitas produksi air baku terbatas.
Selain persoalan teknis, PDAM Tirta Betuah Banyuasin juga menghadapi masalah tunggakan pelanggan. Total tunggakan tercatat mencapai sekitar Rp57 miliar yang berasal dari pelanggan aktif dan tidak aktif.
PDAM saat ini tengah melakukan inventarisasi pelanggan dan perbaikan meter air. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan kebocoran sekaligus meningkatkan akurasi penagihan.
Dari sisi dukungan, pemerintah daerah dinilai terus memberikan perhatian. Bantuan anggaran dan ruang kebijakan diberikan untuk mendukung optimalisasi dan peningkatan kapasitas layanan air bersih.
Ke depan, PDAM Tirta Betuah Banyuasin mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak. Pelanggan juga diminta membayar tagihan tepat waktu dan menghindari sambungan ilegal demi kelancaran pelayanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....