Palembang Hidupkan Sejarah Lewat Parade Pejuang
- 04 Jan 2026 11:18 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Deru mesin mobil klasik menggema di ruas jalan utama Palembang, Sabtu (3/1/2026), mengawali peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam. Suara knalpot dan iring-iringan kendaraan tua menghadirkan nuansa masa perjuangan kemerdekaan di jantung kota tertua Indonesia.
Pemerintah Kota Palembang menggelar parade kendaraan antik dan teatrikal sejarah sebagai bagian dari peringatan pertempuran monumental melawan Belanda pada 1947. Pusat kegiatan dipusatkan di pelataran Lawang Borotan yang menjadi lokasi strategis saat pertempuran rakyat Palembang dahulu.
Mobil Willys dan Jeep Ford GPW ikut meramaikan parade, disusul sepeda ontel yang dikayuh pemuda-pemudi berseragam pejuang kemerdekaan. Peserta mengenakan ikat kepala merah putih serta membawa bendera, menciptakan atmosfer heroik yang menyentuh emosi penonton.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, turut ambil bagian mengenakan seragam pejuang dan menaiki kendaraan klasik bersama rombongan peserta parade. “Lima Hari Lima Malam bukan sekadar seremoni. Ini pengingat bahwa kemerdekaan dibayar mahal,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia menambahkan bahwa generasi sekarang memiliki tanggung jawab besar menjaga warisan sejarah melalui aksi nyata dalam pembangunan. “Di tengah hiruk-pikuk digital, semangat perjuangan tetap harus hidup dalam setiap langkah,” kata Ratu Dewa di hadapan warga.
Selain parade, peringatan ini juga dimeriahkan pertunjukan teatrikal perjuangan yang menggugah semangat dan emosi para penonton. Pertunjukan menampilkan adegan heroik rakyat Palembang yang bahu-membahu mempertahankan kota dari invasi pasukan Belanda.
Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sulaiman Amin, menyatakan peringatan ini menjadi momentum promosi wisata sejarah. “Kami ingin mengangkat jejak perjuangan sebagai destinasi sejarah yang menarik dan membangkitkan kebanggaan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkot akan lebih masif melakukan sosialisasi agar potensi sejarah Palembang tidak hanya dikenang, tetapi dihidupkan. “Banyak lokasi bersejarah di kota ini yang layak menjadi objek wisata edukatif,” kata Sulaiman dalam keterangannya di lokasi acara.
Kolaborasi antara sejarah, seni pertunjukan, dan komunitas kendaraan klasik membuktikan bahwa warisan bangsa bisa dihadirkan secara kreatif. Warga yang menyaksikan terlihat antusias, banyak yang mengabadikan momen dengan gawai di tengah parade dan teatrikal tersebut.
Peringatan Lima Hari Lima Malam 2026 tidak hanya mengenang sejarah, tetapi menjadi panggung edukatif yang membangkitkan nasionalisme warga. Semangat pejuang Palembang kembali berdenyut, menjembatani generasi masa lalu dan masa depan melalui napas sejarah yang tetap menyala.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....