Pemerintah Siapkan Rp170 M untuk Perbaikan Jalan Muba-Mura

  • 02 Jan 2026 11:14 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Pemerintah pusat melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sumatera Selatan telah mengunci anggaran sebesar Rp170 miliar untuk membenahi kerusakan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) hingga Kabupaten Musi Rawas. Langkah ini menjadi jawaban atas keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur yang sempat viral di media sosial.

Meski total kontrak mencapai angka fantastis, alokasi dana akan dikucurkan secara bertahap. Untuk Tahun Anggaran 2026, dana segar sebesar Rp35 miliar telah siap digelontorkan sebagai tahap awal perbaikan permanen.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4, A Fathur Rahman, menjelaskan bahwa dana awal ini akan diprioritaskan untuk menyentuh titik-titik kerusakan paling kritis. Dengan anggaran tersebut, tim teknis ditargetkan mampu merekonstruksi sekitar 6 kilometer jalan, baik melalui pelapisan ulang (overlay) maupun penambalan struktural yang lebih kokoh.

“Untuk penanganan permanen, sudah ada pemenang tender dengan nilai kontrak total Rp170 miliar. Dana Rp35 miliar di tahun 2026 ini kami prioritaskan untuk ruas-ruas yang paling rusak,” ujar Fathur saat meninjau lokasi, Jumat (2/1/2026).

Solusi Darurat di Tengah Cuaca Ekstrem

Sembari menunggu pengerjaan permanen dimulai, Satker PJN I tidak tinggal diam. Mengingat tingginya mobilitas masyarakat menjelang pergantian tahun, perbaikan bersifat sementara terus dikebut di sepanjang 119,45 kilometer wilayah kerja PPK 1.4.

Saat ini, sekitar 40 persen atau 50 kilometer jalan di kawasan tersebut dilaporkan dalam kondisi "tidak mantap". Lubang-lubang dalam di Kecamatan Sanga Desa (Muba) serta genangan air di kawasan Muara Lakitan (Musi Rawas) menjadi tantangan utama, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“Hingga saat ini penanganan yang kami lakukan masih bersifat darurat berupa penambalan dan perataan, agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru,” tambah Fathur.

Antisipasi Longsor dan Kesiagaan Alat Berat

Selain perbaikan aspal, anggaran tersebut juga mencakup penanganan mitigasi bencana. Terdapat tiga titik longsor yang menjadi atensi serius, yakni di Desa Tanjung Raya yang amblas ke arah Sungai Musi, serta di Desa Mambang dan kawasan Jembatan Air Semaran yang kini terpaksa diberlakukan sistem satu lajur.

Untuk menjamin kelancaran lalu lintas, sebuah posko siaga telah didirikan di Desa Mandi Aur. Alat berat disiagakan di titik strategis untuk mengantisipasi kondisi darurat secara cepat.

Langkah masif ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi antara Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan para bupati setempat yang sebelumnya melakukan inspeksi mendadak ke lapangan. Pemerintah berharap, dengan dukungan anggaran jumbo ini, jalur logistik dan mobilitas warga di lintas Muba-Musi Rawas dapat kembali pulih dan aman dilalui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....