Muba Tegaskan Komitmen Hapus Pekerja Anak

  • 30 Nov 2025 09:52 WIB
  •  Palembang

KBRN, Muba: Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyatakan komitmen menghapus pekerja anak di sektor pertanian, terutama perkebunan sawit. Hal itu ditegaskan dalam Rakor Penanggulangan Pekerja Anak Tahun 2025 di Auditorium Pemkab Muba, Kamis (27/11/2025).

Rakor ini kolaborasi Pemkab Muba bersama PAACLA, ILO, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA). Hadir dalam forum ini perangkat daerah, perusahaan, KPAD, pengawas ketenagakerjaan, dan perwakilan forum anak.

Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen menekankan pentingnya mengakhiri praktik pekerja anak di kebun sawit. “Anak adalah amanah, tempatnya di sekolah bukan di ladang,” tegas Wabup saat membuka acara.

Ia menyebut masih ada anak yang membantu orang tua bekerja di kebun seperti memungut brondolan dan menyadap karet. “Kondisi ini berpotensi menghambat pendidikan dan tumbuh kembang anak,” ujarnya prihatin.

Wabup menilai Rakor ini sebagai momen menyatukan langkah semua pihak untuk mewujudkan perlindungan anak. Ia mengajak dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga komunitas anak ikut bergerak bersama.

Ia menekankan perlunya penguatan sistem perlindungan anak berbasis komunitas dan pemetaan risiko putus sekolah. Edukasi keluarga dan kebijakan perusahaan ramah anak juga menjadi langkah yang harus dikembangkan.

“Jika langkah ini dilakukan bersama, kita bisa pastikan anak-anak tumbuh dengan aman dan memperoleh pendidikan,” ujar Kyai Abdur Rohman.

Kepala Sekretariat PAACLA, Andi Akbar, mengapresiasi keseriusan Pemkab Muba memperkuat intervensi di sektor pertanian. “Kami sangat berterima kasih atas respon cepat dan penerimaan yang luar biasa,” katanya.

Andi menjelaskan PAACLA merupakan kemitraan multipihak di bawah koordinasi Bappenas yang fokus pada pemantauan dan remediasi pekerja anak. Kemitraan ini didasarkan pada Permen PPPA Nomor 6 Tahun 2024.

Perwakilan ILO, Miss Bharatiya P Flug, menyebut pekerja anak sebagai persoalan global yang membutuhkan kolaborasi semua pihak. “Ini isu dunia, bukan hanya lokal. Kita harus bekerja bersama,” tegasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....