Kerajinan Kayu Palembang Masih Diminati Pasar

  • 08 Nov 2025 23:22 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Di tengah gempuran furnitur modern, kerajinan ukir Palembang tetap bertahan lewat pelaku usaha lokal. Toko Simbar di Jalan Faqih Jalaluddin No.14/A, Palembang, jadi salah satu contohnya.

Berdiri sejak 2011 atau 2012, Toko Simbar fokus menjual lemari ukir kayu Tembesu khas Palembang. Produk unggulannya menonjolkan warna emas alami dengan sentuhan merah tradisional.

Pemilik usaha, Novita Andryani, memulai bisnis berkat dorongan ekonomi dan pengalaman keluarga. Ia mengikuti jejak mertuanya yang lebih dulu berkecimpung di industri sejenis.

"Awalnya buka usaha ini untuk dapat uang tambahan dan mertua sudah lebih dulu jualan," ujarnya, Sabtu (8/11/2025). Novita menegaskan dirinya paham pasar dan jaringan pemasok sejak awal.

Proses pembuatan lemari ukir tergantung ukuran dan detail motif yang dipesan. Lemari kecil dikerjakan selama satu minggu, sementara ukuran besar bisa dua minggu selesai.

Tahap awal dimulai dari pemilihan kayu Tembesu terbaik, lalu pemotongan bahan, pengukiran timbul, pengecatan, hingga finishing. Semua dikerjakan dengan tetap menjaga kualitas.

Desain yang dijual mayoritas hasil kreasi Novita sendiri, namun toko juga melayani custom order. Harga produk berkisar dari Rp2 juta hingga puluhan juta rupiah per unit.

"Kami selalu pakai kayu pilihan dan cat terbaik agar lemari awet dan tetap estetik," jelasnya. Ia memastikan produk tetap mempertahankan karakter tradisional Palembang.

Novita berharap usahanya terus berkembang dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Ia juga meminta agar biaya ekspedisi antarkota bisa lebih terjangkau ke depannya.

"Semoga pembeli makin banyak dan pengiriman lebih murah, terutama untuk luar kota," katanya. Ia melihat pasar luar daerah cukup potensial tapi sering terkendala logistik.

(Laporan: Nursyamsa Azzahiru, Mahasiswa Magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....