Cireng Ombay, Jajanan Favorit Mahasiswa UIN Raden Fatah

  • 29 Okt 2025 22:29 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Di tengah hiruk-pikuk aktivitas mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, tepatnya di dekat Fakultas Dakwah dan Komunikasi, berdiri sebuah warung sederhana yang selalu ramai pembeli. Gerobak tersebut milik Ima, penjual cireng ombay yang telah menjadi primadona jajanan di kawasan kampus. Dengan harga super terjangkau, hanya Rp1.000 per biji, cireng buatan Ima menawarkan cita rasa gurih yang bikin ketagihan, terutama varian andalannya, cireng ayam suwir.

Ima mengungkapkan, ia telah menekuni usaha cireng ombay ini selama hampir tiga tahun. Konsistensinya menghadirkan tiga varian rasa, ayam pedas, bakso pedas dan keju mayo, membuat dagangannya diminati mahasiswa maupun staf kampus. Di antara ketiganya, cireng ayam suwir menjadi yang paling laris karena kombinasi gurih dan pedas yang pas di lidah.

“Alhamdulillah, yang paling dicari memang ayam suwir, tapi bakso pedas dan keju mayo juga banyak peminatnya,” ujar Ima, Rabu (28/10/2025).

Perjuangan Ima dalam mempertahankan usahanya patut diapresiasi. Dalam sehari, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp300.000 jika dagangannya ramai, terutama saat jam istirahat atau pulang kuliah. Namun, ketika kampus sepi atau sedang masa ujian, penghasilannya bisa turun hingga Rp100.000 per hari.

“Kadang ya sepi, apalagi kalau lagi libur. Tapi saya tetap bersyukur karena usaha ini sudah jadi sumber rezeki utama,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.

Meski menghadapi pasang surut pendapatan, Ibu Ima tetap optimistis dan bersemangat menjalankan usahanya. Ia berharap cireng ombay buatannya semakin dikenal luas dan memiliki pelanggan di luar lingkungan kampus.

“Harapan saya, semoga cireng ombay ini makin laris dan saya bisa punya modal untuk menambah varian atau membuka cabang kecil-kecilan,” kata Ima penuh harap.

Warung cireng ombay milik Ima kini bukan sekadar tempat jualan tetapi juga menjadi bagian dari keseharian mahasiswa UIN Raden Fatah. Banyak mahasiswa yang menjadikan jajanan tersebut sebagai camilan favorit di sela-sela kuliah. Cita rasa yang khas dengan harga ramah kantong membuat dagangan Ima selalu ditunggu setiap harinya.

Kisah Ima menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa ketekunan dan kualitas produk dapat membuka peluang besar, bahkan dari usaha kecil. Cireng ombay seharga Rp1.000 bukan hanya camilan murah meriah tetapi juga simbol semangat dan ketulusan seorang ibu yang bekerja keras demi menghidupi keluarganya dengan penuh cinta dan kejujuran.

(Penulis: Rani Puteri Kinanti,Mahasiswa magang ,UIN Raden Fatah Palembang).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....