Workshop Kurikulum Berbasis Cinta Digelar di Prabumulih

  • 14 Sep 2025 23:38 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Kantor Kementerian Agama Kota Prabumulih menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Sabtu (13/09/2025) di Gedung Kesenian Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Acara ini dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam H. Suyitno dan diikuti oleh 160 peserta yang terdiri dari guru, kepala madrasah dan pengawas madrasah se-Kota Prabumulih. Hadir pula sejumlah pejabat penting, di antaranya Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan dan Rektor UIN Raden Fatah Palembang H. Muhammad Adil.

Dalam sambutannya, H. Suyitno menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan bagian dari transformasi pendidikan Islam yang lebih inklusif, humanis dan berfokus pada pembentukan karakter. Kurikulum ini bertujuan membangun suasana pendidikan yang bebas dari kekerasan dan bullying serta menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa kurikulum ini sudah sesuai dengan kebutuhan pendidikan madrasah saat ini dan tinggal dioptimalkan implementasinya.

“KBC dirancang membangun karakter siswa madrasah sekaligus menekan kasus bullying di lingkungan pendidikan. Kurikulum ini sudah sangat baik, tinggal bagaimana implementasinya. Kurikulum ini sudah sesuai kebutuhan dunia pendidikan madrasah. Mari terus belajar demi kemajuan bersama,” ujar Suyitno, Sabtu (13/9.2025).

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, H. Syafitri Irwan menyambut baik kegiatan ini dan berharap para guru dapat memahami dan menerapkan KBC secara utuh. Ia optimistis bahwa penerapan kurikulum ini akan menghasilkan generasi yang tangguh, toleran serta berakhlak mulia. Syafitri juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Kota Prabumulih dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Saya berharap para guru madrasah di Kota Prabumulih dapat memahami dengan baik Kurikulum Berbasis Cinta dan dapat mengimplementasikannya sesuai harapan. Insya Allah, melalui KBC akan lahir generasi-generasi tangguh dan berkarakter kuat, generasi berakhlak mulia dan penuh cinta terhadap sesama," ucap Syafitri.

Sementara itu, Asisten III Pemkot Prabumulih, Amilton menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kota sangat penting dalam menciptakan kemajuan pendidikan, khususnya di Kota Prabumulih. Workshop ini disebut sebagai bagian dari kontribusi terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo.

“Workshop ini bagian dari mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya peningkatan kualitas SDM. Sinergi yang baik antara Kemenag dan Pemerintah Kota Prabumulih harus selalu kita jaga untuk Kota Nanas yang lebih baik,” tegas Amilton.

Workshop ini digelar selama tiga hari dan mencakup berbagai kegiatan, seperti penyusunan draft kurikulum, pelatihan integrasi nilai cinta dalam pembelajaran serta diskusi panel bersama para ahli. Diharapkan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan tetapi juga berdampak nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....