Prabumulih Bekali Ratusan Juru Sembelih Kurban Bersertifikat
- 11 Mei 2025 13:15 WIB
- Palembang
KBRN, Prabumulih: Geliat persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 H semakin terasa. Demi memastikan ibadah kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan, Dewan Pengurus Wilayah Juru Sembelih Halal (DPW Juleha) Sumatera Selatan bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan turun tangan. Mereka menggelar pelatihan intensif bagi para juru sembelih di Kota Prabumulih.
Pelatihan ini tak sekadar transfer ilmu, namun menjadi respons aktif terhadap masih banyaknya praktik pemotongan hewan kurban yang dilakukan di luar Rumah Potong Hewan (RPH) resmi, yang terkadang belum sepenuhnya memenuhi kaidah syariat maupun standar kesehatan hewan yang ketat.
Bertempat di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, kolaborasi apik antara DPW Juleha Sumsel, PDHI Sumsel, Pemerintah Kota Prabumulih, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prabumulih ini sukses terlaksana pada Sabtu (10/5/2025).
Peserta dibekali pemahaman dan keterampilan komprehensif. Materi yang disampaikan mencakup seluruh rangkaian proses pengelolaan kurban, mulai dari pemilihan hewan yang sehat, penampungan yang layak, teknik penyembelihan yang halal dan sesuai kesejahteraan hewan, hingga penanganan daging, jeroan, dan limbah agar tetap higienis. Semua tahapan ini merujuk pada standar baku yang ditetapkan, seperti Permentan No. 114/2014 dan SKKNI No. 147/2022, yang memperhatikan aspek kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, dan kesejahteraan hewan.
Sebanyak 50 takmir masjid dan 50 juru sembelih dari berbagai penjuru Prabumulih antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka mendapatkan bimbingan langsung dari para pakar di bidangnya, antara lain Ustaz M. Kemas Ali (Fiqih Kurban), Dr drh Jafrizal (Standarisasi Tempat Penyembelihan), Andika Pratama (Pengelolaan Kurban), drh Nora Gustina (Pemeriksaan Kesehatan), serta Dedi Hendra (Praktik dan Teori Penyembelihan Halal).
Komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kurban di Prabumulih disampaikan langsung oleh Pemerintah Kota. Melalui sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Mulyadi Karoman, Wali Kota Prabumulih, Arlan, menyatakan dukungan penuh.
"Kami berkomitmen untuk melanjutkan pelatihan ini," tegas Mulyadi Karoman di hadapan peserta.
Ia menambahkan bahwa dengan jumlah 212 masjid di Prabumulih, pelatihan serupa direncanakan akan digelar 2 hingga 3 kali lagi.
"Agar seluruh masjid memiliki Juru Sembelih Halal tersertifikasi," imbuhnya, menunjukkan target ambisius pemerintah daerah.
Pelatihan di Prabumulih ini menjadi contoh nyata sinergi pentahelix yang sukses antara pemerintah daerah, ulama (MUI), organisasi profesi juru sembelih (Juleha), dan dokter hewan (PDHI). Model kolaborasi ini dinilai berbeda dan lebih menyeluruh dibandingkan pelatihan sebelumnya di Palembang yang fokus pada pengurus masjid. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota lain dalam membina pengelolaan kurban sesuai standar syariat dan kesehatan.
Ke depan, diharapkan setiap masjid di Prabumulih mampu melengkapi sarana dan prasarana tempat pemotongan hewan kurban sesuai standar. Langkah ini krusial agar mereka dapat mengajukan sertifikasi kelayakan higiene sanitasi dan jaminan halal, sekaligus turut mendukung program "Sumsel Religius" yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dengan begitu, masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lebih tenang, aman, dan sesuai tuntunan agama serta kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....