Imlek, Kelenteng Pe Leng Keng Mengajak Intropeksi Diri

  • 29 Jan 2025 10:09 WIB
  •  Palembang

KBRN, Banyuasin : Imlek atau Tahun Baru Tionghoa, memiliki makna mendalam bagi umat Tionghoa, tak hanya sebagai momen perayaan tetapi juga sebagai waktu untuk introspeksi, doa, dan harapan.

Pengurus Kelenteng Pe Leng Keng (Terbang Sakti) di Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Candra Wijaya, menjelaskan bahwa Imlek adalah tahun baru bagi umat Tionghoa, yang biasanya dirayakan dengan berbagai ritual keagamaan dan tradisi kekeluargaan.

“Imlek ini ya semacam tahun baru. Di kelenteng ini, kami tetap menjalankan sembahyang Tuhan di tengah malam, tepat pukul 12. Biasanya kami juga mempersiapkan buah-buahan sebagai persembahan,” ujar Candra, Rabu (29/1/2025).

Menurut Koh Candra, tidak ada persiapan khusus Imlek di kelenteng ini. Namun, membersihkan kelenteng dan memasang persembahan tetap dilakukan, umat Tionghoa tetap datang seperti hari biasa untuk bersembahyang dan menyampaikan doa mereka.

"Imlek di sini diramaikan oleh umat dari berbagai daerah, bahkan ada yang datang dari Jambi dan Palembang," tambahnya.

Dikatakan Koh Candra, perayaan di Kelenteng Pe Leng Keng juga memiliki keunikan, karena selain menjadi pusat ibadah saat Imlek, kelenteng ini sering merayakan ulang tahun dewa mereka. Maka dari itu, Candra menekankan bahwa Imlek lebih berfokus pada perayaan umat yang datang untuk berdoa demi keberkahan di tahun baru, berbeda dengan perayaan ulang tahun dewa di kelenteng ini yang lebih meriah.

Imlek tahun ini menandai pergantian dari Tahun Naga ke Tahun Ular. Menurut Koh Candra, shio ular membawa energi positif, namun umat Tionghoa percaya bahwa semuanya bergantung pada cara mereka menyikapi keberuntungan tersebut.

"Setiap shio sebenarnya bagus, hanya saja ada pertentangan antar shio. Misalnya, shio ular kurang cocok dengan shio ayam. Tapi kembali lagi, bagaimana kita mengelola kehidupan dan usaha kita,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Feng Shui menjadi panduan penting, tetapi keberhasilan tetap bergantung pada kerja keras dan cara mengelola rezeki.

Koh Candra berharap Tahun Ular ini akan membawa keberkahan dan kemajuan bagi semua orang, baik umat Tionghoa maupun masyarakat Indonesia secara umum.

“Harapan saya, semuanya lebih sukses, sejahtera, dan negara kita semakin maju. Yang terpenting, kita harus tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama,” tutupnya.

Kelenteng Pe Leng Keng, dengan sejarah panjangnya, menjadi saksi keragaman budaya dan keimanan di Kabupaten Banyuasin. Perayaan Imlek yang diisi dengan doa dan harapan mencerminkan semangat harmoni dalam keberagaman masyarakat setempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....