Belajar Seru Tentang Ekosistem Gambut Lewat Permainan H2Ours
- 24 Jan 2025 08:15 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Dalam upaya melestarikan ekosistem gambut yang semakin kritis, sebuah metode pelatihan unik diterapkan di Sumatera Selatan. Bukan hanya seminar atau diskusi, melainkan permainan papan bernama H2Ours yang menjadi media edukasi bagi masyarakat.
Pelatihan yang digelar selama sepekan sejak 22 Januari 2025 ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat desa. Tujuannya jelas: meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi lahan gambut dengan kelestarian lingkungan.
Permainan papan H2Ours dirancang khusus untuk menggambarkan siklus hidrologi lahan gambut secara sederhana. Peserta dibagi dalam kelompok dan diajak untuk membuat keputusan-keputusan yang berdampak pada kondisi ekonomi dan lingkungan lahan gambut yang mereka kelola. Setiap keputusan, seperti membuka lahan baru atau membangun kanal, akan berakibat pada perubahan kondisi lahan, termasuk risiko kebakaran dan banjir.
"Permainan ini membantu masyarakat memahami bahwa keputusan yang dibuat oleh satu pihak dapat mempengaruhi pihak lain dalam pengelolaan ekosistem gambut," ujar Ni'matul Khasanah, peneliti dari ICRAF Indonesia, Kamis (23/1/2025).
Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi pelatihan karena memiliki lahan gambut terluas di Indonesia. Sayangnya, luas lahan gambut di provinsi ini terus menyusut akibat kebakaran, deforestasi, dan alih fungsi lahan.
"Walaupun secara teknis ada yang menang dan yang kalah dalam permainan ini, H2Ours sebenarnya ingin mendorong pemain untuk berpikir tentang lahan gambut sebagai suatu lanskap, di mana keputusan yang dibuat oleh satu pihak berdampak pada pihak lain," tambah Ni'ma.
| Baca juga: Lomba Bertutur Perkuat Budaya Literasi Anak |
Pelatihan ini merupakan bagian dari proyek Land4Lives yang didukung oleh pemerintah Kanada. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat, terutama perempuan, di tengah tantangan perubahan iklim.
"Pelatihan ini sangat membantu kami untuk lebih memahami langkah kebijakan yang dapat meningkatkan fungsi ekosistem gambut ke depannya," ujar Kabid Perencanaan Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Banyuasin, Martini Yulia.
Kabupaten Banyuasin, dengan ekosistem gambutnya yang memiliki dua fungsi utama, yaitu lindung dan budidaya, menghadapi dilema yang cukup kompleks. Banyak kegiatan budidaya yang seharusnya tidak dilakukan di wilayah lindung, namun kenyataannya sudah banyak terjadi.
"Oleh karena itu, pelatihan ini dianggap penting untuk memastikan dokumen RPPEG yang disusun dapat berjalan sesuai tujuan," tambah Martini.
Upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem gambut adalah langkah awal yang krusial. Melalui pelatihan-pelatihan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....