Tradisi Unik Perkawinan Palembang: Suap Cacapan

  • 05 Jan 2025 08:20 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Nusantara yang kaya akan tradisi dan adat budaya memiliki ciri serta kekhasan masing-masing, termasuk dalam tradisi adat perkawinan. Begitu pula dengan adat tradisi perkawinan di Palembang, Sumatera Selatan, yang memiliki tradisi unik yaitu suapan dan cacapan.

Prosesi suapan dan cacapan dilaksanakan setelah prosesi ijab qabul. Adat ini mengandung makna bahwa sejak kecil, ibunda memberikan suapan kepada ananda. Suapan terakhir diberikan oleh orang tua kepada kedua mempelai. Dalam acara suapan di Palembang, kaum ibu yang berperan penting, seperti ibunda kedua mempelai, nenek, uwak, dan bibi dari kedua mempelai.

Nyimas Yulianti, pemangku acara adat Palembang, menuturkan pada RRI Minggu, 5 Januari 2025, "Untuk acara suapan, dilakukan oleh kaum ibu, seperti ibunda kedua mempelai, nenek, uwak, dan tante dari kedua mempelai. Sementara untuk cacapan, biasanya dilakukan oleh kaum bapak, seperti ayah, kakek, uwak, dan om dari kedua mempelai," ungkapnya.

Makna tersirat dari prosesi cacapan adalah air cacapan yang berisi bunga setaman, yang diletakkan di ubun-ubun kepala mempelai. Ini menandakan bahwa apa pun kondisi yang dihadapi dalam rumah tangga, hadapilah dengan kepala dingin, sedingin air bunga setaman yang dicacapkan di kepala kedua mempelai.

Pemberian suapan dan cacapan kepada mempelai dalam prosesi suap cacap diiringi dengan pantun nasehat untuk kedua pengantin baru, sebagai bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga di kehidupan barunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....