Fermentasi Durian: Rasakan Keunikan Buah Legendaris Palembang
- 27 Des 2024 20:16 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Musim hujan identik dengan hadirnya buah-buahan, yang merajai pasar dan pinggiran jalan kota Palembang. Ketika hujan tiba, berbagai buah segar mulai bermunculan, salah satunya adalah durian. Di kota Palembang, durian berduri dan legit ini menarik minat banyak pembeli, terutama karena musimnya yang terbatas.
RRI memantau situasi di Pasar Kuto dan Pasar Lemabang, di mana banyak pedagang durian berusaha mencari peruntungan. Durian yang dijual berasal dari wilayah Sumatera Selatan dan juga Bengkulu. Harga durian saat ini bervariasi; ukuran besar dihargai sekitar 80 ribu rupiah. Untuk ukuran sedang, harga mulai dari 50 ribu rupiah, sementara ukuran kecil bisa didapatkan tiga buah durian seharga 100 ribu rupiah, dan kualitasnya dijamin manis.
Herman, seorang pedagang di kawasan Pasar Kuto, menjelaskan alasannya berjualan durian. “Kita ikut pasaran yang ada. Tren-nya lagi musim durian. Saya berdagang durian karena banyak peminatnya,” ungkapnya dengan semangat. Ini menunjukkan bahwa permintaan durian memang sangat tinggi di kalangan konsumen.
Saat RRI bertanya tentang durian yang tidak terjual, Herman menjelaskan solusinya. “Ya, kita bisa olah menjadi tempoyak, hasil fermentasi durian yang digandrungi masyarakat untuk pindang tempoyak.” Ia menjelaskan cara fermentasi durian yang mudah. Pertama, pisahkan daging durian dari bijinya. Selanjutnya, masukkan ke dalam wadah kedap air dan tambahkan garam secukupnya.
Proses fermentasi memerlukan waktu, "Kita tutup rapat dan diamkan selama 3 sampai 5 hari. Setelah itu, kita dapatkan hasil fermentasi yang dikenal sebagai tempoyak,” tuturnya. Dengan cara ini, pedagang dapat memanfaatkan durian yang tidak terjual, dan masyarakat pun bisa menikmati olahan durian yang lezat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....