Kodam II/Swj Gelar Apel Siaga Kontijensi Bencana Yon Komposit PRC PB

  • 31 Okt 2024 20:21 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Kodam II/Sriwijaya menggelar Apel Antisipasi Siaga Kontijensi Bencana Batalyon Komposit Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRC PB) Kodam II/Sriwijaya TA 2024.

Apel gelar yang diikuti sebanyak 727 personel gabungan dari Yonarhanud 12/SBP, Yonzipur 2/SG dan Yonif 200/BN serta satuan jajaran Kodam II/Swj lainnya ini dipimpin langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI M Naudi Nurdika, pada Rabu (30/10/2024) di Lapangan Markas Yonarhanud 12/SBP Sering - Banyuasin, Sumsel.

Apel gelar ini bertujuan untuk memastikan dan memantapkan kesiapsiagaan personel dan materiil serta sarana prasarana pendukung lainnya dalam menghadapi Kontijensi Bencana Alam di wilayah Kodam II/Swj, mengingat beberapa wilayah Kodam II/Swj dan sekitarnya rawan bencana seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan kebakaran hutan.

Pangdam mengatakan, Kodam II/Swj membentuk Batalyon Komposit yang akan berfungsi sebagai Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) di Wilayah Kodam II/Sriwijaya. Menurutnya, pembentukan Batalyon Komposit ini adalah langkah konkret Kodam II/Sriwijaya untuk memperkuat mitigasi bencana di wilayah tanggung jawabnya.

"Batalyon Komposit PRC PB merupakan satuan gabungan yang dirancang khusus untuk merespon situasi bencana dengan Cepat, Efektif, dan Efisien, dilengkapi dengan personel dan peralatan yang siap dioperasikan kapan saja, terutama untuk penanggulangan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, dan kebakaran hutan," jelas Naudi..

Oleh karena itu, sambung Pangdam, apel ini memiliki makna sangat penting bagi Kodam II/Swj sebagai salah satu bentuk untuk mengukur kesiapsiagaan satuan Kodam II/Swj sebagai Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) di Wilayah Kodam II/Sriwijaya.

"Pasukan ini akan siap siaga selama enam bulan, khususnya memasuki minggu ke-empat Oktober untuk memastikan tanggap bencana di wilayah Kodam II/Swj," ujarnya.

Pangdam juga berharap kesiapan fisik dan keterampilan setiap personel harus memiliki kesiapan fisik, mental, serta keterampilan yang sesuai agar mampu merespon situasi darurat secara cepat dan tepat.

"Pengecekan peralatan harus dilakukan berkala, dengan fokus pada kesiapan optimal. Kemudian, dalam penanggulangan bencana memerlukan kerja sama dengan instansi lain, termasuk BPBD, BASARNAS, dan masyarakat," tutup Pangdam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....