Pemkab OKI Gencarkan Operasi Pasar Redam Harga Daging Lebaran
- 20 Mar 2026 23:06 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKI - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan menggencarkan operasi pasar untuk menekan lonjakan harga daging sapi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kemarin.
Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya permintaan menjelang Lebaran.
Dalam operasi pasar tersebut, daging sapi dijual dengan harga Rp150.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai Rp180.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitas.
Selain daging sapi, pemerintah daerah juga menyediakan komoditas lain seperti ayam dan telur dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI Dedy Kurniawan melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Sadi Purwanto mengatakan, operasi pasar menjadi instrumen utama dalam pengendalian harga.
"Upaya ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga di pasar tradisional sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat." ujar Dedy Kurniawan melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sadi Purwanto di Pasar Kayuagung, Kamis, 19 Maret 2026.
Menurut Sadi, intervensi ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta terbatasnya pasokan sapi dari luar daerah, khususnya dari Lampung.
Pemerintah daerah juga melakukan pemantauan harga secara berkala untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kenaikan harga masih dalam batas wajar dan dipengaruhi faktor musiman, seperti meningkatnya permintaan dan biaya distribusi.
Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kayuagung, Haji Yanto, menyebut harga daging masih kompetitif dibandingkan daerah lain meskipun terjadi kenaikan menjelang Lebaran. “Kenaikan memang ada menjelang Lebaran, tapi masih wajar karena harga beli sapi dari peternak juga naik,” ujarnya.
Pedagang lainnya, Haji Jahri, menambahkan bahwa perbedaan harga dipengaruhi jenis dan kualitas daging, biaya transportasi, serta pola pemeliharaan, sementara aktivitas jual beli tetap ramai menjelang hari raya. “Harus jelas jenis daging apa yang dibandingkan. Beda bagian, beda kualitas, tentu beda harga,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....