Ini Dia Tanda Amalan Ramadan Diterima
- 17 Mar 2026 02:19 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Menjelang hari-hari terakhir di bulan suci Ramadan, umat Muslim diingatkan untuk tidak lengah dan justru semakin meningkatkan intensitas ibadahnya. Menurut Ustaz Haji Agung Kurniawan, M.Pd.I., ada beberapa kriteria penting mengenai tanda diterimanya amalan seseorang selama bulan Ramadan, hal ini dijelaskannya dalam program Tauladan Pro2 RRI Palembang, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ustaz Agung menjelaskan bahwa meskipun diterimanya suatu amal adalah rahasia Allah SWT, para ulama memberikan petunjuk atau tanda-tanda yang bisa dirasakan oleh seorang hamba. Setidaknya ada dua tanda utama yang menjadi indikator amalan Ramadan seseorang diterima.
Tanda pertama dapat dilihat dari grafik ibadah di akhir bulan Ramadan. Ustaz Agung menekankan bahwa Ramadan bukan dinilai dari semangat di awal saja, melainkan bagaimana seorang hamba menutupnya.
"Ramadan ini bukan dilihat di awal, karena di awal semua orang pasti semangat. Dilihatnya di akhir; siapa yang semakin semangat beribadah di masjid, itu tanda amalan Ramadannya diterima. Sebaliknya, jika di akhir justru lebih semangat menghabiskan waktu di mal untuk urusan duniawi, itu bisa menjadi tanda amalan yang sia-sia," ujar Ustaz Agung.
Beliau juga mencontohkan kebiasaan Rasulullah SAW yang melakukan iktikaf dan tidak pulang ke rumah di sepuluh hari terakhir demi mengejar kemuliaan Lailatul Qadar.
Tanda kedua yang paling nyata adalah adanya perubahan perilaku setelah bulan Ramadan berlalu. Mengutip pendapat ulama, Ustaz Agung menyebutkan bahwa balasan dari kebaikan adalah kebaikan setelahnya.
| Baca juga: Persiapan Hati dan Jasmani di Awal Ramadan |
"Jika setelah Ramadan seseorang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, sekecil apa pun itu, maka itu tanda amalannya diterima. Misalnya, sebelum Ramadan jarang ke masjid, namun setelah Ramadan menjadi rutin salat berjamaah atau lebih menjaga lisan dan makanannya dari hal yang haram," jelas Ustaz Agung.
Ustaz Agung mengingatkan bahwa sifat iman manusia memang naik dan turun (yazidu wa yankush). Kuncinya ialah dengan terus memaksakan diri mendekati majelis ilmu dan lingkungan yang saleh agar iman tetap terjaga.
"Allah merahasiakan diterima atau tidaknya amal kita agar kita tidak berhenti meminta dan berharap kepada-Nya. Teruslah menabung amalan tanpa perlu sibuk menghitung 'saldonya', hingga nanti kita akan terkejut dengan hasilnya di akhirat," kata Ustaz Agung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....