Pemerintah Pastikan Pasokan BBM dan Listrik Aman jelang Lebaran

  • 13 Mar 2026 11:14 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Pemerintah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapan tersebut mencakup distribusi bahan bakar minyak dan ketersediaan listrik selama Ramadan hingga arus mudik Lebaran.

Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu 11 Maret 2026. Pertemuan tersebut membahas kesiapan distribusi energi serta langkah antisipasi lonjakan konsumsi selama periode Ramadan.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Sentot Harijady mengatakan pasokan BBM nasional berada dalam kondisi aman. Pemerintah memastikan distribusi energi tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, PT Pertamina saat ini memiliki cadangan operasional sekitar 30 juta barel minyak. Cadangan tersebut diperkirakan mampu menopang kebutuhan energi nasional hingga sekitar 21 hari operasional.

“Distribusi BBM untuk menghadapi Idul Fitri telah disiapkan di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Namun demikian, pemerintah tetap memberi perhatian pada sejumlah daerah yang masih dalam proses pemulihan pascabencana. Wilayah tersebut memerlukan pengawasan distribusi energi agar pasokan tetap terjaga.

Selain sektor migas, pemerintah juga memastikan kesiapan sistem kelistrikan nasional menjelang periode siaga Lebaran. Pemerintah menilai stabilitas pasokan listrik menjadi faktor penting mendukung aktivitas masyarakat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar menyebutkan pasokan listrik di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya berada dalam kondisi cukup. Sistem kelistrikan dinilai mampu mendukung kebutuhan listrik selama Ramadan.

Ia menambahkan sejumlah jalur transmisi di Pulau Sumatera tetap menjadi perhatian pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama periode siaga Idul Fitri.

Direktur Distribusi PT PLN Persero Arsyadhani Akmala Putri menjelaskan kapasitas pembangkit listrik nasional mencapai sekitar 52 gigawatt. Sementara proyeksi beban listrik pada masa siaga Idul Fitri diperkirakan sekitar 35 gigawatt.

Dengan kondisi tersebut, tersedia cadangan daya sekitar 17 gigawatt atau sekitar 48 persen. Cadangan tersebut dinilai cukup untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, PLN juga mengerahkan sekitar 72 ribu personel teknis di berbagai wilayah. Personel tersebut disiagakan bersama peralatan pendukung di sejumlah lokasi vital.

Lokasi tersebut meliputi bandara, stasiun, pelabuhan, serta fasilitas layanan publik seperti rumah sakit. Pengamanan sistem kelistrikan dilakukan guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

Sementara itu di wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, PLN memastikan sistem kelistrikan berada dalam kondisi sangat aman. Ketersediaan daya mencapai 5.212 megawatt dengan beban puncak sekitar 1.709 megawatt.

Dengan kondisi tersebut, cadangan daya di wilayah tersebut mencapai sekitar 2.503 megawatt. Cadangan ini diperkirakan mampu mendukung kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

Rekomendasi Berita