Puasa dalam Membentuk Jiwa dan Karakter Seorang Muslim

  • 07 Mar 2026 14:57 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Puasa merupakan ibadah yang dilaksanakan pada bulan suci ramadan merupakan salah satu bagian dari rukun Islam yaitu rukun Islam yang ke empat, puasa di bulan suci Ramadan.

Ustad Muhammad Setiawan dalam acara Hikmah Ramadan Anten anten nunggu buko, Rabu, 04 Maret 2026 mengungkapkan bahwa puasa ramadan merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia, mulai dari sebelum terbitnya matahari hingga tenggelamnya matahari.

“Dalam bahasa arab puasa itu berasal dari kata shaum atau dalam bahasa Indonesia puasa, kata puasa sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang berarti menahan segala bentuk hawa nafsu, maka ulama mengambil kata puasa ini dalam menterjemahkan kata shaum tadi,” ungkap Ustad Setiawan.

Sementara secara istilah puasa itu menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbitnya fajar shodiq sampai terbenamnya matahari di barat dan rukun tertentu, dasar nya puasa surah Al Baqarah ayat 183 sampai dengan 187.

“Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, dari surah ini sangatlah jelas tentang kewajiban seorang muslim yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan tujuan agar orang muslim yang beriman itu dapat semakin bertaqwa kepada Allah,” ucap Ustad Setiawan.

Selain itu puasa dalam meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Allah,SWT karena itu merupakan tujuan utama dalam menjalankan ibadah puasa, karena umat muslim yang patuh dalam menjalankan badah puasa di bulan ramadan adalah orang yang taqwa dalam menggapai taqwa itu sendiri.

Taqwa itu sendiri pembentukan karakter seorang muslim sejati, karena itu tertancap tertanam dalam jiwa dan terpancar seluruh kebaikan, taqwa adalah melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan Nya.

“Jika seorang Muslim telah meraih taqwa maka dia senantiasa berupaya untuk menggapai keridhaan Allah, SWT, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, karena sejatinya puasa ibadah yang paling dominan dalam mendorong seseorang untuk mendapat gelar Mutaqqin (orang - orang bertaqwa),” ucap Ustad Setiawan mengakhiri tausiah nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....