Ikhlas dan Niat Lurus Perkuat Nilai Ibadah Ramadan
- 06 Mar 2026 09:59 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Keikhlasan menjadi kunci utama dalam setiap amal ibadah, terutama saat menjalankan puasa Ramadan. Tanpa niat yang tulus karena Allah, ibadah yang dilakukan tidak akan memiliki nilai sempurna.
Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kankemenag Kota Palembang Ustaz Kgs. A. Ridhuan saat menjadi narasumber dialog di Studio Pro 1 RRI Palembang, Selasa 3 Maret 2026.
Ustaz Ridhuan menjelaskan umat Muslim perlu meluruskan niat dan membersihkan hati ketika beramal. Setiap ibadah yang dilakukan harus diniatkan semata-mata karena Allah.
Menurutnya, ketika niat seseorang lurus karena Allah, maka Allah akan memberikan pertolongan. Kekuatan menjalankan puasa dan berbagai ibadah juga berasal dari pertolongan Allah.
“Sehingga dengan kekuatan dari Allah kita yang berpuasa bisa melaksanakan salat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan ulama Ibnu Qayyim membagi keikhlasan menjadi tiga tingkatan yang menggambarkan kualitas keikhlasan seorang hamba dalam beribadah kepada Allah.
Tingkatan pertama adalah ikhlas abid, yaitu keikhlasan para hamba yang beribadah karena berharap pahala surga dan takut terhadap hukuman Allah.
Menurutnya, tingkat tersebut merupakan keikhlasan paling dasar yang dimiliki seorang hamba. Meski demikian, keikhlasan ini tetap memiliki nilai dalam ibadah.
Tingkatan kedua adalah ikhlas muhibin atau keikhlasan para pencinta Allah yang beribadah semata karena kecintaan kepada Allah.
Pada tahap ini, seseorang merasakan ibadah sebagai sesuatu yang ringan karena motivasinya muncul dari rasa cinta kepada Allah.
Sementara itu, tingkatan ketiga adalah ikhlas arifin yang merupakan keikhlasan para nabi dan rasul dalam menjalankan ibadah hanya karena Allah.
Ustaz Ridhuan mengajak umat Muslim setidaknya berusaha mencapai tingkat ikhlas muhibin agar setiap amal dilakukan semata-mata karena Allah.
Ia menambahkan keikhlasan juga harus disertai dengan sifat sabar dan syukur agar seseorang mampu menjalankan amal dengan hati yang tulus.
Menurutnya, nilai amal tidak diukur dari besar kecilnya pemberian, melainkan dari ketulusan hati dalam melaksanakan kebaikan.
“Perbaiki Ramadan kita setiap tahun dengan berbuat kebaikan penuh rasa ikhlas sehingga kelak kita menjadi hamba yang dirindukan Allah,” tuturnya.
Ia berharap umat Muslim memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri. Amal yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal ketika kelak menghadap Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....