Penjualan Takjil di Rawa Jaya Turun Dibanding Ramadan 2025

  • 28 Feb 2026 04:11 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Penjualan takjil di kawasan Rawa Jaya, tepatnya di belakang UIN Raden Fatah Palembang Kampus A, mengalami penurunan signifikan dibandingkan Ramadan tahun 2025. Kondisi ini dipengaruhi belum sepenuhnya aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus.

Berdasarkan pantauan RRI di lapangan , Jumat 27 Februari 2026, suasana lapak takjil yang biasanya ramai menjelang waktu berbuka puasa tampak lebih lengang. Beberapa pedagang mengaku terjadi penurunan jumlah pembeli, terutama pada rentang waktu krusial menjelang azan Magrib.

Yuli (50), pedagang takjil di kawasan tersebut, mengungkapkan bahwa sebagian besar dagangannya merupakan sistem titipan dari sejumlah pembuat makanan rumahan. Meskipun pola distribusi tidak berubah, daya beli mahasiswa tahun ini dinilai menurun.

“Jualan ibu banyak titipan. Kalau dibandingkan dengan puasa tahun 2025, pemasukan tahun ini lebih turun,” ujarnya.

Ia memperkirakan penurunan omzet mencapai sekitar 20 persen dibandingkan Ramadan tahun lalu. Menurutnya, faktor utama penyebab penurunan tersebut adalah banyaknya mahasiswa yang masih menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta sebagian lainnya baru kembali sehingga aktivitas di sekitar kampus belum sepenuhnya normal.

Hal senada disampaikan Ghozali, pedagang lain di kawasan Rawa Jaya. Ia menjelaskan bahwa pada kondisi normal, mahasiswa biasanya mulai berdatangan untuk membeli menu berbuka pada pukul 17.30 hingga 18.30 WIB.

“Biasanya mahasiswa banyak keluar untuk membeli menu buka sekitar jam 17.30 sampai 18.30,” ungkapnya.

Namun, pada Ramadan 2026 ini, lonjakan pembeli pada jam tersebut tidak sebesar tahun sebelumnya. Situasi ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi pedagang kecil yang selama ini menggantungkan penjualan pada segmen mahasiswa.

Kawasan Rawa Jaya yang berada di sekitar wilayah pendidikan di Kota Palembang tetap menunjukkan aktivitas perdagangan, meskipun dalam intensitas yang menurun. Para pedagang berharap, seiring kembalinya aktivitas perkuliahan secara penuh, jumlah pembeli akan meningkat dan kondisi ekonomi mereka dapat kembali stabil seperti Ramadan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....