Sepekan Ramadan, Harga Kebutuhan Pokok di Sumsel Fluktuatif
- 27 Feb 2026 01:48 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Memasuki sepekan Ramadan 1447 Hijriah, sejumlah harga kebutuhan pokok
di Sumatera Selatan mulai menunjukkan pergerakan. Beberapa komoditas
mengalami kenaikan, meskipun secara umum masih dalam kategori
terkendali.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup terasa adalah telur
ayam. Jika pada pekan sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp27.000
per kilogram, kini disejumlah pasar meningkat hingga
Rp31.000 per kilogramnya. Harga daging ayam terpantau berada di kisaran
Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas seperti beras dan minyak
goreng relatif stabil. Bahkan, harga cabai justru mengalami penurunan dari
Rp53.000 menjadi Rp50.000 per kilogram
Dalam Dialog Palembang Menyapa, disiarkan oleh RRI Palembang pada Rabu, 26 Februari 2026 narasumber Ir. Ruzuan Efendi selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, menyampaikan bahwa secara umum belum terdapat kenaikan harga yang signifikan selama satu pekan Ramadan.
“Secara umum tidak ada kenaikan signifikan pada satu pekan Ramadan ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kondisi pasar masih relatif terkendali berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah.
Ruzuan juga menjelaskan adanya penurunan harga pada salah satu komoditas strategis. “Kemarin ada penurunan harga telur dari kandang, turun sekitar 500 rupiah,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa ketersediaan bahan pangan di Sumatera Selatan dalam kondisi sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Sementara itu, Ahmad Syaifullah selaku Pengamat Ekonomi Pembangunan dari Universitas Sriwijaya yang juga menjadi narasumber menyoroti fenomena peningkatan konsumsi musiman.
“Ramadhan ini memang pola lonjakan peningkatan pembeli. Peningkatan permintaan tersebut merupakan siklus tahunan yang wajar terjadi menjelang dan selama bulan suci," jelasnya.
Ahmad juga menekankan bahwa fluktuasi harga sangat berpengaruh terhadap kelompok masyarakat berpendapatan rendah. Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga, meskipun tidak signifikan secara agregat, tetap memberikan tekanan pada daya beli masyarakat rentan. Oleh karena itu, stabilisasi harga menjadi aspek penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....