Ramadan Bulan Tarbiyah dan Evaluasi Diri
- 23 Feb 2026 17:34 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Bulan suci Ramadan kembali disambut penuh suka cita oleh umat Islam sebagai momentum pembinaan diri. Ramadan dipahami bukan hanya kewajiban berpuasa, tetapi bulan tarbiyah yang membentuk karakter.
Selama tiga puluh hari, umat Islam dilatih memperkuat keimanan dan memperbaiki akhlak. Puasa mengajarkan kejujuran karena hanya Allah mengetahui kesungguhan seseorang.
Ustaz Arwandi menyebut Ramadan sebagai momentum evaluasi diri, melatih kesabaran, kedisiplinan waktu, serta empati terhadap sesama. Nilai tersebut membentuk pribadi muslim yang lebih matang secara spiritual.
“Ramadan itu bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah proses pendidikan dari Allah agar kita naik kelas dalam keimanan dan akhlak. Kalau setelah Ramadan akhlak kita tidak membaik, berarti ada yang perlu kita perbaiki dalam cara kita menjalaninya,” katanya, Senin 23 Februari 2026.
Ia menegaskan nilai tarbiyah terlihat dari perubahan sikap sehari-hari. Perubahan tersebut mencerminkan keberhasilan seseorang menjalani ibadah puasa.
“Puasa mendidik kita untuk mengendalikan diri. Orang yang berhasil dalam Ramadhan bukan hanya yang kuat menahan lapar, tetapi yang mampu menjaga lisannya, sikapnya, dan hatinya,” ujarnya.
| Baca juga: Ramadan: Bulan Pencuci Jiwa dan Raga |
Menurutnya, keberhasilan Ramadan tidak diukur dari ritual semata. Keberhasilan dinilai dari dampak perilaku setelah bulan suci berakhir.
Berbagai kegiatan seperti tadarus, kajian, dan berbagi kepada sesama menjadi bagian pembinaan tersebut. Masyarakat memanfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi dan solidaritas sosial.
Ramadan diharapkan melahirkan pribadi lebih bertakwa dan berintegritas. Semangat pembinaan tersebut diharapkan terus terjaga setelah Ramadan berlalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....