Turnamen Padel FK Unsri Edukasi Bahaya Sepsis di Palembang

  • 15 Sep 2026 14:22 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Turnamen padel FK Unsri ke-64 diselenggarakan sebagai sarana edukasi publik mengenai bahaya penyakit sepsis yang serius.
  • Acara tersebut bertepatan dengan peringatan World Sepsis Day 2026 dan dilaksanakan di Victory Padel Kebun Sirih, Palembang pada 13 September 2026.
  • Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang Isnaini Madani menilai perpaduan olahraga dan edukasi kesehatan menjadi cara efektif menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.

RRI.CO.ID, Palembang - Turnamen padel dalam rangka Dies Natalis ke-64 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) menjadi sarana edukasi masyarakat mengenai bahaya sepsis. Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan World Sepsis Day 2026 tersebut berlangsung di Victory Padel Kebun Sirih, Palembang, Minggu, 13 September 2026.

Turnamen tersebut dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palembang Isnaini Madani. Ia menilai perpaduan olahraga dan edukasi kesehatan menjadi cara efektif menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.

Isnaini mengatakan kegiatan olahraga tidak hanya memberikan ruang kompetisi bagi peserta. Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

“Pelaksanaan turnamen ini menjadi momentum positif dalam mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu kesehatan, khususnya mengenai bahaya sepsis,” ujar Isnaini.

Ia menjelaskan World Sepsis Day diperingati setiap 13 September untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kondisi tersebut. Sepsis merupakan kondisi serius akibat respons tubuh yang berlebihan terhadap infeksi sehingga dapat menyebabkan kerusakan jaringan hingga kegagalan organ.

“Melalui kegiatan olahraga, pesan mengenai pentingnya kesehatan dan kewaspadaan terhadap kondisi kegawatdaruratan dapat disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat,” ujar Isnaini.

Menurut Isnaini, perkembangan olahraga padel dapat menjadi bagian dari penerapan pola hidup aktif dan sehat. Karena itu, turnamen tersebut diharapkan memberikan manfaat lebih luas dibandingkan sekadar pertandingan olahraga.

“Karena itu, pelaksanaan turnamen ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan,” tuturnya.

Turnamen padel tersebut diikuti peserta dari berbagai kategori pertandingan. Kategori ganda putra dan ganda putri masing-masing melibatkan 32 pasangan, sedangkan kategori Exhibition Executive diikuti 16 pasangan.

Kategori Exhibition Executive menghadirkan peserta berusia di atas 50 tahun. Peserta berasal dari jajaran Dekanat FK Unsri, direksi Rumah Sakit Mohammad Hoesin, sejumlah rumah sakit di Palembang, perwakilan Ikatan Alumni cabang daerah, serta pihak sponsor.

Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan kedokteran, layanan kesehatan, pemerintah, komunitas olahraga, pelaku usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama dalam membangun kesadaran kesehatan.

Turnamen ini juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 FK Unsri dengan tema “E.Y.E.S. that See, E.A.R.S. that Listen – Empowering Young Experts in Science – Enhancing Awareness, Research and Service.”

Isnaini berharap kegiatan yang menggabungkan olahraga dan kesehatan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program lain. Menurutnya, kolaborasi tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Palembang.

“Sinergi dan kolaborasi yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program olahraga dan kesehatan lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Palembang,” pungkas Isnaini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....