Herman Deru Dorong Kebangkitan Pencak Silat di Kalangan Generasi Muda

  • 10 Jul 2026 09:10 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membuka Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumsel 2026 di Gedung Olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang pada 9 Juli 2026.
  • Pencak silat dinilai sebagai olahraga tradisional warisan leluhur yang penting dilestarikan karena tidak hanya mengajarkan kemampuan bertahan tetapi juga membentuk sportivitas dan mental generasi muda.
  • Kejuaraan ini diikuti sebanyak 10.107 peserta dari berbagai kategori usia dan kelas pertandingan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pencak silat.

RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengajak seluruh pihak menjadikan Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumsel 2026 sebagai momentum menghidupkan kembali pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus sarana pembentukan karakter generasi muda.

Ajakan tersebut disampaikan Herman Deru saat membuka Kejuaraan Pencak Silat Kapolda Cup II Sumsel Tahun 2026 di Gedung Olahraga Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis. 9 Juli 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, beserta jajaran pejabat utama Polda Sumsel dan tokoh olahraga nasional.

Dalam sambutannya, Herman Deru menilai pencak silat merupakan olahraga tradisional yang perlu terus dilestarikan di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, olahraga bela diri asli Indonesia itu tidak hanya mengajarkan kemampuan bertahan, tetapi juga membentuk sportivitas dan mental generasi muda.

"Ini adalah olahraga tradisional yang hampir dilupakan, padahal olahraga ini warisan asli dari leluhur kita. Pencak silat bukan hanya sekadar seni bela diri untuk perlindungan fisik, melainkan media penting untuk membangun sportivitas dan mental generasi anak bangsa," ungkap Herman Deru.

Ia juga mengapresiasi keberanian para atlet dari berbagai daerah yang mengikuti kejuaraan tersebut. Menurutnya, semangat bertanding para peserta menjadi modal penting dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus menjaga eksistensi pencak silat di Indonesia.

Kejuaraan Kapolda Cup II Sumsel digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara dan diikuti sebanyak 10.107 peserta dari berbagai kategori usia dan kelas pertandingan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga pencak silat.

Melalui kejuaraan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap lahir atlet-atlet pencak silat yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....