FORKI Sumsel Uji Fisik Atlet jelang Kejurnas Bandung

  • 26 Apr 2026 12:20 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Persiapan tim karate Sumatera Selatan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Ketua Umum PB FORKI di Bandung memasuki fase krusial. Tak ingin sekadar menjadi pelengkap, para atlet menjalani uji fisik berbasis sport science di Lapangan Mako Brimob Polda Sumsel pada Sabtu, 25 April 2026.

Langkah ini diambil Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumsel untuk membedah peta kekuatan fisik atlet sebelum bertarung di Jawa Barat pada 9–11 Mei mendatang. Fokus utamanya jelas: memastikan stamina dan daya ledak atlet berada di level tertinggi.

Ketua Umum FORKI Sumsel RM Taufik Husni, melalui Ketua Harian, AKP M. Dedi Wijaya, menegaskan , hasil dari tes ini tidak akan berakhir di atas kertas. Data yang terkumpul akan langsung menjadi raport bagi pelatih untuk merombak atau mempertajam program latihan dalam sisa waktu yang ada.

"Kami ingin memastikan atlet dalam kondisi prima sehingga mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik. Tes fisik ini adalah dasar evaluasi untuk menyusun latihan yang lebih efektif dan tepat sasaran," tegas Dedi.

Setidaknya ada tujuh parameter utama yang diuji, mulai dari kekuatan genggaman (hand dynamometer), daya ledak lengan dan tungkai, kecepatan, kelincahan, hingga ketahanan jantung melalui bleep test. Pengujian ini dilakukan secara profesional dengan melibatkan tim ahli dari Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Sumsel.

Di lokasi yang sama, Kabid Binpres KONI Sumsel, Syafril Chaniago, memberikan sinyal positif. Baginya, transparansi dalam seleksi fisik adalah kunci untuk memutus tren latihan konvensional yang tidak terukur.

"Seluruh rangkaian berjalan lancar dengan melibatkan tim penguji sport science. Kami berharap ini menjadi contoh bagi cabang olahraga lain dalam menerapkan sistem seleksi yang transparan," ujar Syafril.

Lebih jauh, performa para karateka dalam Kejurnas nanti akan menjadi catatan penting bagi KONI. Atlet yang menonjol diproyeksikan masuk dalam program elit 'Sriwijaya Gold Sumsel Maju', sebuah proyek jangka panjang menuju PON 2028 di NTT-NTB.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....