NPCI Sumsel Optimistis Cabor Baru Dongkrak Prestasi Nasional
- 04 Nov 2025 07:06 WIB
- Palembang
KBRN, Musi Banyuasin: Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Sumatera Selatan menaruh optimisme tinggi terhadap peningkatan prestasi atlet disabilitas di level nasional. Keyakinan itu muncul seiring hadirnya tiga cabang olahraga (cabor) baru yang dipertandingkan pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V Sumatera Selatan 2025 di Kabupaten Musi Banyuasin, yakni judo tuna netra, ten pin bowling, dan anggar kursi roda.
Ketiga cabor tersebut langsung mendapat sambutan positif dari kontingen kabupaten dan kota se-Sumsel. Bahkan, judo tunanetra menjadi cabor dengan jumlah peserta terbanyak, menandakan tingginya minat dan potensi atlet disabilitas di daerah ini.
“Dilihat dari potensi dan peserta yang hadir, pembinaan atlet Sumsel cukup baik. Banyak dari mereka berpeluang tampil di Peparnas mendatang di NTT dan NTB,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi NPCI Sumsel, Muslimin, di Muba, Senin (3/11/2025).

Muslimin menjelaskan, penambahan cabang olahraga baru di Peparprov tahun ini merupakan strategi NPCI Sumsel untuk memperluas basis pembinaan atlet. Ajang kompetisi menjadi sarana penting dalam menilai sejauh mana perkembangan kemampuan para atlet disabilitas di daerah.
“Kalau tidak ada event seperti Peparprov, tidak ada tolak ukur prestasi. Kompetisi menjadi dasar pembinaan,” tegasnya.
Ia mencontohkan, pada Peparnas di Solo sebelumnya, cabang anggar kursi roda berhasil menyumbangkan hampir 10 medali bagi kontingen Sumsel. Dengan hadirnya cabor-cabor baru, pihaknya berharap raihan medali Sumsel di Peparnas mendatang di NTT dan NTB bisa meningkat.

Namun, di balik optimisme tersebut, Muslimin tak menutup mata terhadap tantangan fasilitas dan pendanaan yang dihadapi sebagian daerah. Beberapa kabupaten/kota, kata dia, masih terbatas dalam menyediakan peralatan latihan, terutama untuk cabor yang memerlukan biaya tinggi seperti anggar kursi roda.
“Secara umum dukungan dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota berjalan baik di bawah kepemimpinan Ketua NPCI Sumsel. Namun memang masih ada satu daerah yang belum mendapatkan anggaran pembinaan secara rutin,” ujarnya.
Terlepas dari kendala itu, partisipasi atlet di Peparprov V Sumsel kali ini justru menunjukkan tren positif. Dari sekitar 600 atlet pada Peparprov sebelumnya di Lahat, jumlahnya kini melonjak menjadi 751 atlet dari 17 kabupaten/kota.
Menurut Muslimin, lonjakan jumlah peserta menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga disabilitas di tingkat daerah semakin efektif dan merata. NPCI Sumsel, lanjutnya, akan terus berperan sebagai fasilitator agar para atlet memiliki ruang kompetisi yang layak serta peluang lebih besar untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita ingin Peparprov ini menjadi batu loncatan bagi atlet-atlet disabilitas Sumsel. Dari sini mereka bisa mengukur kemampuan, berkompetisi sehat, dan membawa nama daerah ke ajang yang lebih tinggi,” pungkas Muslimin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....