Peparprov Sumsel 2025 Dimulai, Ajang Prestasi Para Juara

  • 02 Nov 2025 08:16 WIB
  •  Palembang

KBRN, Musi Banyuasin: Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menjadi pusat perhatian dunia olahraga Sumatera Selatan. Daerah kaya energi ini dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Sumatera Selatan ke-V tahun 2025, yang berlangsung pada 1–7 November 2025 di Sekayu.

Sebanyak 751 atlet difabel dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel siap menorehkan prestasi di 13 cabang olahraga, mulai dari atletik, renang, tenis meja, bulu tangkis, hingga dua cabang baru: para bowling dan para taekwondo.

Data panitia mencatat, kontingen terbesar berasal dari Muara Enim (141 atlet), disusul Muba (140 atlet) dan Lahat (129 atlet). Kabupaten lain juga turut ambil bagian, termasuk Palembang, Ogan Ilir, Lubuklinggau, OKU, OKI, serta Prabumulih, menjadikan Peparprov kali ini salah satu yang paling kompetitif dalam sejarah penyelenggaraan di Sumatera Selatan.

Perhelatan akbar ini resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, di GOR Serbaguna Ranggonang, Sekayu, Sabtu (1/11/2025) malam. Acara pembukaan berlangsung semarak, disaksikan langsung Bupati Muba Toha Tohet, Wakil Bupati Kyai Rohman, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Cik Ujang mengapresiasi kesiapan Muba sebagai tuan rumah yang dinilai mampu mempertahankan bahkan meningkatkan standar penyelenggaraan olahraga tingkat provinsi.

“Saya melihat langsung bagaimana Muba mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Fasilitasnya lengkap, dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati luar biasa. Ini seperti Lahat pada 2018 yang sukses menjadi juara umum karena soliditas pemerintah daerahnya,” ujar Cik Ujang.

Wagub juga berharap agar gelaran olahraga disabilitas ini memberikan manfaat lebih luas bagi warga sekitar.

“Selain ajang olahraga, Peparprov juga menghidupkan ekonomi masyarakat. Harapan saya, semua atlet bisa bertanding sportif, wasit netral, dan pelaksanaan berjalan sukses,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Sumsel, Rian Yohwari, menegaskan bahwa Peparprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang pembinaan dan perwujudan kesetaraan bagi atlet disabilitas.

“Kami selalu menekankan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar perolehan medali, tetapi menjadi juara dalam semangat dan etika bertanding,” ujar Rian tegas.

Rian juga mengungkapkan, Peparprov 2025 menjadi hasil dari evaluasi panjang penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini, peningkatan terlihat dari sisi jumlah peserta, kualitas atlet, serta penambahan cabang olahraga baru.

“Tahun ini kami menambahkan beberapa cabang seperti para bowling dan para taekwondo. Ke depan, kami dorong agar bisa masuk dalam regulasi multi event paralimpiade, termasuk Paragames Asia,” jelasnya.

Tidak berhenti di ajang ini, NPCI Sumsel juga mulai menyiapkan atlet-atlet terbaik dari Peparprov V untuk melangkah ke tingkat nasional dan internasional. Beberapa atlet unggulan bahkan tengah diproyeksikan untuk Paragames 2026 di Thailand dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) mendatang.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Muba, Rian berharap Peparprov kali ini menjadi momentum kebangkitan olahraga disabilitas di Sumatera Selatan.

“Peparprov kali ini bukan hanya kompetisi, tapi wujud nyata kesetaraan dan penghargaan terhadap kemampuan atlet difabel Sumsel,” tutupnya.

Penyelenggaraan Peparprov Sumsel V di Muba bukan sekadar agenda olahraga, melainkan simbol komitmen daerah terhadap inklusivitas dan pemberdayaan disabilitas.

Di balik sorak penonton dan semangat atlet di arena, tersimpan pesan kuat: bahwa olahraga adalah bahasa universal yang mempersatukan, tanpa melihat keterbatasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....