KONI Sumsel Dukung Panwasrah Soal Medali Angkat Besi

  • 23 Okt 2025 22:37 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumsel mengenai jumlah medali yang diperebutkan dalam cabang olahraga angkat besi.

Dukungan ini disampaikan menyusul polemik yang muncul setelah pertandingan berlangsung pada 18–22 Oktober 2025. Berdasarkan technical handbook yang diterbitkan oleh technical delegate (TD) cabang angkat besi, disebutkan sebanyak 57 medali emas diperebutkan. Angka ini berbeda dari ketetapan resmi yang tercantum dalam pedoman umum Porprov XV, yaitu 19 medali emas.

Ketidaksesuaian tersebut memicu protes dari beberapa kontingen, termasuk Kabupaten PALI melalui surat resmi Nomor 126/KONI-PALI/X/2025 tertanggal 22 Oktober 2025, serta Kota Palembang lewat surat Nomor 453/KONI Plg/10/2025 tertanggal 23 Oktober 2025, yang keduanya ditujukan kepada Panwasrah PB Porprov XV Sumsel.

Menanggapi situasi tersebut, Panwasrah Porprov XV menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait pada Kamis (23/10). Hasil rapat menetapkan bahwa jumlah medali emas cabang angkat besi tetap sebanyak 19 medali, sesuai Keputusan Nomor: 01 Tahun 2025, yang berlandaskan Pedoman Umum Porprov XV Tahun 2025 serta SK Nomor 034 Tahun 2025.

Keputusan ini dianggap final dan mengikat. KONI Sumsel pun menegaskan dukungannya terhadap langkah Panwasrah sebagai bentuk penghormatan terhadap aturan yang berlaku.

“KONI Sumsel menghormati dan mendukung keputusan Panwasrah sebagai otoritas tertinggi dalam Porprov XV. Kami memahami adanya kekecewaan dari beberapa kontingen, namun keputusan ini diambil berdasarkan aturan yang berlaku,” ujar Ketua Harian KONI Sumsel, Aliandra Pati Gantada, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10).

Lebih lanjut, Aliandra menegaskan, KONI Sumsel akan segera melakukan evaluasi terhadap kinerja technical delegate (TD) cabang olahraga angkat besi. Evaluasi ini dilakukan untuk menelusuri penyebab perbedaan informasi antara dokumen technical handbook dan pedoman umum Porprov XV.

“Kami akan mengevaluasi mengapa terjadi perbedaan informasi antara technical handbook dengan pedoman umum Porprov. Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Aliandra.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel, Tubagus Sulaiman, menyampaikan, pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan seluruh kontingen kabupaten dan kota. Langkah ini penting untuk menjaga suasana kompetisi tetap kondusif di tengah pelaksanaan Porprov XV yang masih berlangsung.

“Kami berharap semua pihak tetap fokus pada semangat sportivitas dan kebersamaan. Porprov ini bukan hanya ajang perebutan medali, tapi juga mempererat persaudaraan antar-daerah,” ujar Tubagus.

Menutup pernyataan resmi KONI Sumsel, Kabid Humas KONI Sumsel, Daeng Supri Yanto, mengimbau kepada seluruh atlet dan ofisial agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, terlepas dari polemik yang sempat terjadi.

“Mari kita jaga semangat sportif, fair play, dan persaudaraan. Kemenangan sejati bukan hanya di podium, tapi juga dalam menjunjung kejujuran dan integritas dalam berkompetisi,” ujarnya.

Keputusan Panwasrah dan sikap tegas KONI Sumsel ini diharapkan dapat meredam polemik serta menjaga kredibilitas Porprov XV Sumsel sebagai ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi.

Dengan komunikasi yang terbuka dan aturan yang ditegakkan secara konsisten, Porprov XV diharapkan tetap menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus simbol persatuan olahraga Sumatera Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....