Sebanyak 178 Prajurit Kodam II Sriwijaya Raih Sabuk Merah
- 23 Sep 2025 15:00 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Sebanyak 178 prajurit Kodam II/Sriwijaya resmi menyandang Sabuk Merah Pencak Silat Militer (PSM). Gelar ini diraih setelah mereka menuntaskan Latihan Kader Pelatih PSM yang berlangsung selama 90 hari penuh dengan disiplin dan ketekunan.
Penutupan latihan digelar di Baterai B, Batalyon Arhanud 12/SBP, Jalan Inspektur Marzuki, Palembang, Senin (22/9/2025). Acara dipimpin Kajasdam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Mochamad Arief Gumelar mewakili Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Adri Koesdyanto.
Dalam sambutannya, Kajasdam menegaskan pentingnya keseimbangan moral, mental, keterampilan, dan kesamaptaan jasmani. Empat aspek ini, menurutnya, menjadi kunci profesionalitas seorang prajurit yang siap menghadapi tugas apa pun.
“Profesionalitas keprajuritan harus tercermin dalam keunggulan moral, mental, keterampilan, dan kesamaptaan jasmani. Keempatnya harus menyatu dalam diri setiap prajurit agar mampu menjalankan tugas secara optimal,” tegas Kajasdam.
Latihan Pencak Silat Militer sendiri merupakan pembinaan fisik dan mental yang mengadopsi seni bela diri asli Indonesia. Pencak Silat telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Dengan teknik yang keras dan efektif, PSM dinilai sangat mendukung kesiapan prajurit baik dalam misi tempur maupun tugas non-tempur.
Selain mengasah kemampuan bertarung, latihan ini juga menjadi sarana memupuk kebersamaan dan jiwa korsa di antara para peserta. Kebanggaan terlihat jelas dari wajah para prajurit yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan.
Selama 90 hari, sejak 23 Juni hingga 22 September 2025, peserta menjalani berbagai tahapan latihan, mulai dari teknik dasar hingga lanjutan. Mereka juga melalui ujian kenaikan tingkat sabuk, dimulai dari putih, kuning, hijau, hingga akhirnya mencapai sabuk merah sebagai puncak pencapaian.
Dengan selesainya pelatihan ini, para prajurit diharapkan dapat menularkan ilmu dan semangat bela diri kepada rekan-rekan di satuan masing-masing. Keberhasilan ini menjadi modal penting dalam membentuk prajurit TNI AD yang tangguh, profesional, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....